DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Kasus Bayi Tertukar di Bogor, Seperti Drama Sinetron yang Nyata: Tes DNA Menjadi Penentu

image
Ilustrasi Bayi Tertukar di Bogor, Seperti Drama Sinetron (Freepik @pikisuperstar)

ORBITINDONESIA.COM- Kisah dramatis bayi yang tertukar di Bogor, seolah terjadi di dalam sebuah sinetron. Tes DNA pun jadi penentu.

Warganet pun kini menunggu kebenaran Kasus bayi tertukar ini seperti menonton drama atau sinetron.

Kasus yang melibatkan perjuangan seorang ibu untuk memperjuangkan anak kandungnya. Pihak rumah sakit pun tidak luput menjadi sorotan publik ketika melakukan Tes DNA.

Baca Juga: Kisah Seorang Perawat di Inggris Jadi Pelaku Pembunuhan Berantai Bayi yang Baru Lahir

Kisah ini bermula dari kelahiran dua bayi pada tanggal 18 Juli 2022 di RS Sentosa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Satu dari bayi tersebut adalah milik Siti Mauliah, namun, sebuah kejanggalan mulai menghantui Siti beberapa hari setelah melahirkan.

Beberapa hal yang membuatnya merasa janggal keesokan harinya ketika baju bayi yang semula kuning berubah menjadi merah muda, dan fisik bayi yang ia gendong tampak berbeda dengan bayi yang seharusnya menjadi miliknya.

Baca Juga: Survei Litbang Kompas: Tren Elektabilitas Erick Thohir Naik, Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno Turun

Pada Juni 2023, Siti mendapat hasil tes DNA yang mengungkapkan bahwa bayi yang ia asuh bukanlah anak kandungnya.

Dugaan bayi tertukar menguat, dan kini proses hukum pun sedang berlangsung.

Untuk mengungkap kebenaran di balik kasus bayi tertukar ini, pihak kepolisian terlibat dengan serius termasuk dengan pihak rumah sakit yang kini menjadi sorotan.

Baca Juga: Menteri Yasonna H Laoly Beri Penghargaan 13 Mitra Kemenkumham di Kalimantan Selatan, 4 di Antaranya Bupati

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bogor, AKP Yohannes Redhio Sigiro, mengungkapkan bahwa tes DNA akan menjadi kunci penyelesaian kasus ini.

Tes DNA akan dilakukan terhadap "pasien B," sebutan bagi ibu bayi yang diduga tertukar dengan bayi Siti Mauliah.

Tes ini direncanakan dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Pihak berwenang meyakini bahwa hasil tes DNA akan memberikan jawaban definitif terkait status keluarga biologis kedua bayi ini.

Apakah mereka benar-benar tertukar ataukah ada kesalahan dalam identifikasi dari awal.

Siti Mauliah, ibu dari salah satu bayi, menyambut baik keinginan ibu dari bayi lain, yang diidentifikasi sebagai "pasien B," untuk menjalani tes DNA.

Awalnya, "pasien B" sempat ragu-ragu, tetapi ia akhirnya menyetujui pengujian ini.

Siti Mauliah, dengan hati lapang, berharap bahwa apapun hasil tes DNA nantinya, hubungan baik yang telah terjalin antara dirinya dan "pasien B" dapat terus berlanjut.

Ia ingin mereka bisa menjaga hubungan saling kunjung mengunjung dan bersilaturahmi, bahkan jika ternyata bayi-bayi itu benar-benar tertukar.

Penyebab dari kasus ini diungkapkan oleh kuasa hukum Siti, Rusdy Ridho, menurutnya, gelang yang dipasangkan pada kedua bayi tersebut oleh petugas rumah sakit menjadi titik krusial yang menyebabkan kebingungan.

Gelang tersebut terpasang ganda dengan nama yang sama, yakni "pasien B." Karena gelang memiliki nama yang sama dengan ibu bayi tersebut, mereka enggan menjalani tes DNA.

Kasus ini menimbulkan kontroversi dan keprihatinan di masyarakat, Juru bicara RS Sentosa, Gregg Djako, mengakui adanya gelang dobel dengan nama yang sama sebagai bukti kecerobohan yang merugikan.

Petugas atau suster yang terlibat dalam penangan  dalam kasus ini diberi pun sudah dikenakan sanksi.

Sementara itu, pihak kepolisian telah memeriksa sembilan saksi terkait kasus ini, termasuk manajemen rumah sakit, dokter, perawat, dan bidan.

Hasil tes DNA akan menjadi penentu akhir yang akan membuka tabir dari kasus bayi tertukar ini.

Kasus tertukarnya bayi di Bogor ini menjadi banyak sorotan media sosial layaknya serial drama tertukarnya sang Bayi.***

Berita Terkait