DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Alex Runggeary: Pembangunan Papua dan Kunci yang Tertinggal

image
Alex Runggeary tentang pembangunan Papua.

ORBITINDONESIA.COM - Bapak Wakil Presiden akan datang ke Jayapura, Papua, tanggal 4 September 2023 selama seminggu. Dan kemudian kembali ke Jakarta.

Kita semua berharap ada efek psikologis mendera semangat ASN utamanya para pimpinan daerah di Papua, seperti para gubenur dan bupati untuk sungguh sungguh memperhatikan dan melaksanakan arahan beliau untuk pembangunan di sini.

Khususnya dalam kerangka beliau sebagai Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP).

Baca Juga: Spoiler Drakor Moving Episode 12 dan 13, Mengejutkan Kim Doo Shik akan membunuh Lee Mi Hyun Benarkah Terjadi

Pertanyaannya adalah apakah akan efektif kalau hanya seminggu di sini? Tentu saja tidak. Tetapi paling tidak hal ini menunjukkan kesungguhan perhatian pemerintah terhadap pembangunan Papua. Secara psikologis sangat bermakna dalam mendorong semangat para pelaksana lapangan.

Walau bagaimanapun, proses pembangunan ini masih panjang. Dan sukses masih di ujung jalan. Khususnya sasaran sukses Rakyat Papua Sejahtera. Pertanyaannya menjadi, kapan? Atau jangan jangan kita salah jalan?

Inilah gunanya tujuan pembangunan harus diarahkan guna menentukan target yang akan dicapai dan kurun waktunya. Kalau tidak demikian akan terulang, sang keledai dungu, yang terantuk pada batu yang sama selama lebih 21 tahun ini, dengan anggaran triliunan bagai garam dibuang ke laut.

Biar bagaimanapun Pak Jokowi sebagai presiden punya niat baik untuk mempercepat pembangunan di Papua dengan beberapa kali menerbitkan Perpres. Yang terakhir Perpres No.121 Tahun 2022 tentang pembentukan BP3OKP ini. Wakil Presiden sebagai Ketua, menunjukkan keseriusan luar biasa. Dari sisi 'powerful' organisasi.

Baca Juga: Kedai Bakmi Dzaka Condet Jakarta Timur Kembali Buka, Penggemar Suka Cita

Mengapa pembangunan Papua terus mengalami kendala walau pelbagai upaya telah dilakukan? Dalam semua bidang kehidupan telah ditemukan konsep atau teori teori dan teori tersebut diuji-coba dalam praktek.

Demikian juga - pembangunan -. Pak Harto menggunakan ahli untuk menyusun arah pembangunan Indonesia pada masanya. Diakui ataupun tidak Indonesia sukses sampai ukuran tertentu tentunya.

Pembangunan Papua punya sejarah sendiri yang tak banyak diketahui orang. Ketika Irian Barat, Papua kini, masuk ke NKRI 1 Mei 1963 dengan masa transisi dari Belanda lewat PBB, (UNTEA), Belanda terpaksa meninggalkan wilayah sengketa ini. "Belanda terlanjur menyisihkan anggaran yang telah disetujui pula oleh DPR mereka." [1]

Bagaimana caranya Belanda bisa membantu bekas wilayah jajahannya. Disepakatilah Dana Belanda tersebut disalurkan lewat PBB untuk pembangunan Irian Barat. Disebut dengan nama FUNDWI - FUNDS FROM THE UNITED NATIONS FOR THE DEVELOPMENT OF WEST IRIAN - .

Baca Juga: 5 Karakter Kunci Shibuya Incident Arc di Anime Jujutsu Kaisen Season 2, dari Satoru Gojo sampai Suguru Geto

Proyek ini dimulai sejak 1967 - 69 untuk pelbagai sektor; infrastruktur seperti jalan, jembatan, landasan terbang dan seterusnya. Salah satunya landasan terbang Torea Fakfak.

Termasuk pengadaan jenis pesawat Twin Otter yang melayani pedalaman Irian Barat dengan bendera Merpati Nusantara Airlines (?), pendidikan (pembangunan gedung perkuliahan dan perumahan dosen Uncen, SPG Negeri [2] dan seterusnya), kesehatan, perumahan.

Termasuk membangun Wilayah Angkasapura Jayapura sebagai kota Satelitnya Jayapura, Perikanan, termasuk Proyek Perikanan Darat Yabaso, di ujung landasan udara Sentani. Just name it!

Apa rahasia Proyek Fundwi bisa sukses? Mereka melakukan Baseline Survey sebelum membuat Rancangan Pembangunannya.

Selain FUNDWI ada Irian Jaya Joint Development Foundation atau JDF didirikan 1970 dari sisa dana FUNDWI oleh Pemerintah dan UNDP. Tujuan utama JDF adalah Pembangunan Ekonomi Rakyat Pedesaan sebagai prioritas utama. Dalam perjalanannya JDF kemudian membuka cabang cabangnya di seluruh Irian Jaya.

Baca Juga: Spoiler Drakor The Uncanny Counter 2 episode 10, Ma Ju Seok akan dikhianati dan dibunuh oleh Pil Gwang

Sampai dengan 31 Mei 1994 tercatat jumlah nasabah yang dilayani 4.179. Jumlah Outstanding Rp. 2.075.158.000,- [3] Ditilik dari sebaran nasabah Wamena menduduki peringkat 1, disusul Jayapura, tidak termasuk Genyem. Yang menarik adalah Serui peringkat 4 setelah Manokwari

Demikian sedikit gambaran sejarah Pembangunan Ekonomi Rakyat di Papua. Lalu apa yang membuat pada masa itu bisa sukses di banding sekarang. Tentu saja ini tidak menjamin kita bisa sukses sekarang karena faktor faktor yang berubah, seperti sikap dan gaya hidup masyarakat yang tentu saja ikut berubah.

Tapi ada prinsip hidup dan prinsip kerja yang tak berubah sepanjang masa. Kata teori Hirarki Maslow - makan - merupakan dasar semuanya. Di manapun, kapanpun, orang perlu makan.

Untuk makan perlu kerja. Dua prinsip ini bergandengan erat. Kata Stephen Covey, "First Thing First". Kita harus menetapkan PRIORITAS. Maka, MAKAN dan atau EKONOMI RAKYAT menjadi INTI PEMBANGUNAN.

Baca Juga: ICW Rilis 12 Mantan Narapidana Kasus Korupsi yang Daftar Bacaleg Pemilu 2024, Catat Namanya

Hal penting lain yang kita tidak lakukan hari ini adalah menetapkan PROYEK apa yang lebih penting dari proyek lainnya. Kita harus sepakat terlebih terhadap ukuran atau bagaimana kita memilah satu proyek dengan proyek lainnya dengan menetapkan kriteria terlebih dahulu.

Kunci keberhasilan pembangunan harus bisa ditata kedalam yang namanya - kriteria pembangunan - sebagai berikut: (1) Punya Landasan Baseline Survey; (2) Memiliki Alat Ukur yang jelas; (3) Melibatkan rakyat banyak; (4) Berdasarkan Potensi Daerah; (5) Pendekatan Produk; (6) Berorientasi Pasar; (7) Berkelanjutan (Sustainability); (8) Revolving Fund, di mana memungkinkan. [4]

Dengan kehadiran bapak Wapres di Jayapura, dan diharapkan sempat membaca tulisan ini, mampu memberi sumbangsi terhadap perbaikan PEMBANGUNAN EKONOMI RAKYAT DI PAPUA, yang sampai hari paling tertinggal dari seluruh sektor pembangunan yang ada.

Dengan menggunakan KUNCI ini diharapkan dapat terjawab masalah yang dihadapi pemerintah. Ingat, Kunci ini tidak diambil dari awan awan.Tetapi berdasarkan pengalaman nyata.

Selamat menggunakan kunci standar ini yang digunakan di seluruh dunia pada proyek proyek UNDP dan GTZ Jerman dalam satu dan lain bentuk.#

Alex Runggeary adalah alumnus AIM Manila 1990, ZOPP Berlin 1991, pengajar pada DIKLAT Regional Development Planning, Lembaga Administrasi Negara, LAN- RI kerjasama Deutche Stiftung fur Internationale Entwicklung ( DSE) Jerman. 21 tahun bersama JDF.
------

[1] Perbincangan penulis dengan Ir. Jan Piet Karafir MSc, mantan Rektor Universitas Papua dan mantan Bupati Jayapura
[2] A Long Quest For Humanity, 25 years service irian Jaya Joint Development Foundation 1969 - 94
[3] ZOPP - Ziel Orientierte Projekt Planung
[4] Solusi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Papua, PENDEKATAN DIAGNOSTIK, paper kepada Wakil Presiden oleh Alex Runggeary Wakil Ex-JDF, 2022. ***

Berita Terkait