DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Destinasi Wisata Telaga Biru Cicrerem Kuningan: Keindahan Permata Tersembunyi di Tengah Hutan yang Memukau

image
Keajaiban Telaga Biru surga tersembunyi di pelukan hutan desa Kuningan

ORBITINDONESIA.COM- Telaga Biru Cicerem Kuningan adalah sebuah destinasi wisata alam yang menakjubkan terletak di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Indonesia.

Telaga ini dikenal dengan sebutan Telaga Biru Cicerem karena warna airnya sebening kristal yang memukau.

Telaga Biru Cicerem tersembunyi di tengah hutan yang hijau dan indah, berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Kuningan.

Baca Juga: Menikmati Hidangan Empal Gentong Asem Amarta Khas Cirebon yang Menggoyang Lidah

Waktu terbaik untuk mengunjungi Telaga Biru adalah selama musim kemarau, biasanya antara bulan Mei hingga September, ketika cuaca cerah dan air telaga mencapai warna biru yang menakjubkan.

Telaga Biru adalah tempat yang cocok untuk merasakan kedamaian alam, menikmati pemandangan yang memukau, dan berenang di air telaga yang jernih dan biru.

Telaga Biru cocok untuk para pecinta alam, fotografer, dan mereka yang ingin melarikan diri dari hiruk-pikuk kota untuk berada dalam suasana alam yang tenang.

 Baca Juga: Terungkap Cita Cita Luffy di Anime One Piece 1076 yang Sebenarnya, Ternyata Bukan Jadi Raja Bajak Laut

Kita  dapat mencapai Telaga Biru dengan mobil/motor pribadi dari Kota Kuningan. Perjalanan akan memakan waktu sekitar satu jam melalui jalan yang berliku dan indah.

Sesampainya di Telaga Biru, kita akan dikelilingi oleh keindahan alam yang belum tercemar. Hutan hijau dan segar, serta air telaga yang biru, menciptakan pemandangan yang memukau.

 

Warna air Telaga Biru benar-benar unik. Ini menjadi biru karena refleksi langit cerah pada permukaan airnya, menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik.

Baca Juga: James Demile Nyaris Dihajar Gurunya Sendiri Bruce Lee Gara gara Salah Omong

Banyak pengunjung yang menikmati berenang atau sekadar bersantai di tepi telaga sambil menikmati ketenangan alam.

Telaga Biru juga memiliki area piknik yang nyaman, sehingga kita dapat membawa bekal dan menikmati waktu berkumpul bersama keluarga atau teman-teman.

Momen terbaik yang spektakuler di Telaga Biru adalah saat matahari terbenam.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Hadiri Kuliah Kebangsaan di FISIP UI

Pemandangan matahari tenggelam di balik pepohonan hutan dan telaga menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Selain keindahan alamnya, Telaga Biru juga menyimpan ekosistem yang kaya dengan flora dan fauna yang unik. kita dapat menjelajahi sekitarnya sambil mengamati kehidupan liar.

Penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Telaga Biru. Selalu bawa pulang sampah kita dan jangan merusak lingkungan alam.

 Baca Juga: Terungkap Harga Buronan Pertama Kaido di Anime One Piece dan Kronologi Bergabung dengan Bajak Laut Rocks

Mengunjungi Telaga Biru adalah pengalaman yang mendalam, karena kita dapat merasakan kedamaian alam dan bersatu dengan alam yang masih asli.

Telaga Biru juga menjadi daya tarik bagi fotografer, baik yang profesional maupun amatir, karena pemandangannya sangat fotogenik dan menawarkan berbagai sudut pengambilan gambar yang menarik.

Meskipun terletak di alam terbuka, Telaga Biru telah dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti tempat parkir dan kamar mandi umum untuk kenyamanan pengunjung.

Telaga Biru juga berperan penting dalam mempromosikan pariwisata di Kabupaten Kuningan, memberikan dampak positif pada ekonomi lokal.

Baca Juga: Digitalisasi Jadi Kunci BRI Layani Semua Lapisan Masyarakat

Masyarakat lokal berperan dalam pelestarian Telaga Biru dan menyambut pengunjung dengan keramahan.

 

Pelestarian alam dan pengelolaan wisata yang bijaksana adalah kunci untuk menjaga keindahan Telaga Biru untuk generasi mendatang.

Telaga Biru Kuningan adalah tempat yang memukau bagi mereka yang mencari ketenangan, keindahan alam, dan pengalaman yang mendalam.

Dengan menjaga kebersihan dan kelestarian alam, kita dapat menjaga warisan alam ini agar tetap terjaga untuk dinikmati oleh generasi mendatang.***                                                                                                                                                                                                          Penulis : Dwi Fatmawati (Mahasiswa PPL IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

                                                                                                                               

Berita Terkait