DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Zeng Wei Jian: Dinasti Politik Keluarga Jokowi

image
Keluarga besar Jokowi yamg dituding membangun dinasti politik.

ORBITINDONESIA.COM - Presiden Jokowi bukan berasal dari kalangan mapan politik militer dan Islam. Sewaktu Gibran Rakabuming Raka terpilih menjadi Walikota Solo 2021, ranking Jokowi naik. Sekelas the living president Megawati Sukarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Kelemahan terbesar pembangunan dinasti politik Jokowi, ia tak punya kendaraan partai politik. Eks-presiden Megawati Sukarnoputeri is the matriarch of a dynasty of PDIP. Agus Harimurti pegang kendali Partai Demokrat.

Naiknya dinasti Jokowi bisa dilihat sebagai budaya politik yang semakin terbuka di Indonesia. Sebagai kategori penyeimbang oligarki dan aktor parpol.

Baca Juga: Kasus Pemerasan Ketua KPK Firli Bahuri ke Mentan Rawan Diintervensi, Kapolri Minta Ada Pengawasan Ketat

Keluarga politik bukan fenomena aneh. Apa lagi haram. Amerika, India, Filipina, Jepang, Kanada, Inggris dan sebagainya punya banyak keluarga politik yang devoted at least part of their working lives to public service.

Keluarga Kennedy, Bush, Trump, Cuomo, Roosevelt, Chamberlain, Churchill, Nehru-Gandhi, Abdullah Family of Kashmir, Marcos, Aquino, dan lain-lain.

Sebagai New Power, The Widodo family belum punya kekuatan multigenerational political dynasties. Sedangkan masa aktif politik Jokowi masih 15 tahun sampai 2034. Maka tantangannya: securing successor generation.

Baca Juga: Persamaan Karakter Satoru Gojo dari Anime Jujutsu Kaisen Season 2 dan Killua Zoldyck di Anime Hunter x Hunter

Momentum di pihak Presiden Jokowi. Popularitas dan approval rakyat besar sekali. Infrastruktur dirasakan. Tidak ada skandal korupsi. Support partai koalisi. Utamanya dari partai terbesar PDIP.

Dukungan satu partai tidak bisa diharapkan bersifat permanen. Selama Jokowi masih berstatus "petugas partai". Sebuah partai tak bisa memberi support dua dinasti secara serempak.***

Berita Terkait