DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Terkait Gaza, Indonesia Dorong Sidang Khusus Majelis Umum PBB

image
Indonesia mendorong Majelis Umum PBB untuk gelar sidang khusus untuk membahas situasi yang terjadi di Gaza, Palestina setelah gagal di sidang Dewan Keamanan PBB

ORBITINDONESIA.COM – Indonesia terus mendorong Majelis Umum PBB untuk menggelar sidang khusus guna membahas konflik yang terjadi di Gaza, Palestina.

Hal ini disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB Dubes Arrmanatha Natsir dalam jumpa media yang diselenggarakan Kemlu RI secara daring.

"Dari awal, kita sudah mencoba berbicara dengan Palestina, dengan Liga Arab untuk mendorong emergency special session di Majelis Umum PBB," kata Dubes Arrmanatha Natsir

Baca Juga: Indonesia Serukan Gencatan Senjata di Gaza dan Desak Israel Akhiri Pendudukan

Dubes Arrmanatha Natsir juga sampaikan bahwa Indonesia sejak konflik di Gaza meletus pada 7 Oktober 2023, Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong penghentian konflik di wilayah tersebut.

Salah satunya adalah berbicara dengan Palestina dan Liga Arab untuk mendorong sidang khusus darurat di Majelis Umum PBB.

Usaha tersebut mendapatkan apresiasi, namun Palestina dan Liga Arab mencoba berikan kesempatan bagi Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan fungsinya membahas dan mengupayakan resolusi yang diharapkan dapat tercapainya gencatan senjata.

Baca Juga: Update Perang Israel-Hamas: IDF Kabarkan 3 Wakil Komandan Hamas Tewas

 

Karena adanya perbedaan pendapat yang tajam di antara negara anggota Dewan Keamanan PBB sampai saat ini belum menghasilkan upaya konkret untuk menghentikan konflik.

Dengan dasar itulah, Palestina dan Liga Arab bertemu dan memutuskan untuk mencoba melanjutkan pembahasan di tempat lain yaitu sidang khusus di Majelis Umum PBB.

Sementara itu Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI dengan dorongan dari Indonesia juga sepakat untuk membawa masalah yang gagal diputuskan oleh Dewan Keamanan PBB ke Majelis Umum PBB melalui sidang khusus.

Baca Juga: Jokowi Resmi Lantik Andi Amran Sulaiman Sebagai Menteri Pertanian Gantikan Syahrul Yasin Limpo

Dengan dasar itulah OKI dan Liga Arab pada 19 Oktober kirimkan surat kepada Presiden Majelis Umum PBB untuk meminta agar sidang khusus darurat dilaksanakan di Majelis Umum PBB untuk membahas situasi Gaza dan masalah Palestina.

Menurut Dubes Arrmantha bahwa Indonesia juga mengambil insiatif untuk menggalang dukungan dari negara negara di luar OKI untuk memberikan dukungan posisi dalam isu tersebut.

Terkait upaya tersebut, Indonesia pertama berbicara kepada negara anggota ASEAN seperti Kamboja, Laos, Malaysia dan Vietnam untuk mendorong sidang khussu tersebut.

Baca Juga: Reaksi Fans Manchester United Usai Harry Maguire dan Onana Menjadi Pahlawan

“Dorongan tersebut disambut baik dan Indonesia kembali menggalang dukungan lain dari negara-negara di luar Asia Tenggara,” ujar Dubes Arrmanatha Natsir.

Pada 23 Oktober 2023, OKI dan Liga Arab dan atas dorongan dari Indonesia dan 9 negara lainnya akhirnya menyampaikan usulan agar Majelis Umum PBB aadakan sidang khusus tersebut.

Sementara itu, Ketua Majelis Umum PBB di hari yang sama mengindikasikan bahwa dirinya sepakat dengan usulan tersebut untuk melaksanakan sidang khusus pada 26 Oktober 2023.

Baca Juga: Jokowi Resmi Lantik Jenderal TNI Agus Subiyanto Sebagai KSAD Gantikan Dudung Abdurachman, Ini Sumpahnya

"Jadi, ini tidak terlepas dari upaya Indonesia sejak awal. Tapi Indonesia juga mendengarkan keinginan dari Palestina dan Liga Arab sehingga harus menunggu setelah gagalnya Dewan Keamanan," ujar Dubes Arrmanatha Natsir sebagaimana dilansir dari Antara. ***

 

Berita Terkait