DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Alfian Yuniar: Saya Disebut Sakit Jiwa Karena Mendukung Aksi Hamas Terhadap Israel

image
Pejuang pembela tanah Palestina, Hamas. Musuh Israel.

ORBITINDONESIA.COM - Orang munafik itu seperti apapun bersembunyi toh akan tetap tampil pada akhirnya. Tidak ada penghentian konflik dan peperangan tanpa permasalahan pokoknya diselesaikan.

Saya dianggap oleh sebagian orang sakit jiwa, karena mendukung aksi Hamas terhadap rezim zionis Israel.

Saya disebut sebagai bodoh, dungu, sakit jiwa serta tidak bisa diajak berdiskusi oleh sebagian orang yang statusnya telah saya komentari dan provokasi, karena bagi saya sok humanis dan sok berkeadilan soal konflik Hamas vs Israel.

Baca Juga: Hasil Pegadaian Liga 2, PSMS Medan Sukses Raih 3 Angka atas Sada Sumut FC

Padahal saya baru bersikap tidak sejalan doang, serta bersikap keras soal konflik Hamas - israel. Ternyata para penyeru perdamaian sudah membully saya macam-macam dan bahkan menjadi emosi.

Bagaimana jika, misalnya, saya tampar dan ludahi wajah Anda? Bagaimana jika hak-hak Anda ditelikung, lalu Anda diusir dari tanah kelahiran Anda? Dari kampung halaman Anda? Bagimana jika rumah anda digusur dengan kekerasan?

Bagaimana jika selama berpuluh-puluh tahun Anda ditindas, serta diperlakukan dengan tidak adil? 

Bagaimana jika ayah, ibu, anak, suami atau isteri, dan saudara Anda dibantai sebagaimana yang dialami oleh rakyat palestina selama puluhan tahun? Rakyat Palestina sudah mengalami semua itu di bawah sepatu lars penjajah Zionis Israel.

Baca Juga: Hasil Grup C Piala Dunia U17 2023, Kejutan Iran Berhasil Menang Comeback atas Brasil

Jadi tolong sebagai orang yang tidak sakit jiwa, bersikap jujur dan realistislah pada apa yang terjadi. Dan tahukah Anda, aksi balasan dari kaum Zionis Israel terhadap penduduk Gaza? 

Selain membombardir secara membabi buta perkampungan padat penduduk, rumah ibadah dan rumah sakit dengan menjatuhkan bom-bom fosfor. Bom ini dilarang penggunaannya di dalam "statuta konvesi hukum perang internasional" karena akan menyebabkan penderitaan luar biasa bagi yang terkena.

Pihak  Israel  juga telah memblokade  semua arus komunikasi, pasokan air, pasokan listrik dan juga supply obat-obatan dan bahan makanan, sambil berkata "kami melakukan ini karena perlakuan Hamas pada kami!"

Kelompok kelas menengah di mana-mana cuma bisa omong doang. Mereka asyik terbuai dengan hal-hal yang bersifat eufemisme. Ini sekilas tampak luhur, indah serta humanis, namun pada sisi lain telah melalaikan realitas menyakitkan yang ada di depan mata.

Baca Juga: Tottenham Hotspur Kena Comeback Wolves Jelang Akhir Laga di Pekan ke 19 Liga Inggris

Ada banyak resolusi yang telah diterbitkan Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB tentang Israel. Saya setidaknya mencatat 77 resolusi dalam beberapa tahun terakhir, yang dikeluarkan oleh PBB dan diabaikan sama sekali oleh Israel.

Bahkan di tahun lalu saja, ada 17 resolusi PBB yang diabaikan sama sekali atau tidak diindahkan oleh Israel. Sedangkan pada 2018 lalu, ada sekitar 20 resolusi PBB yang diabaikan oleh Israel.

AS beserta negara-negara Eropa Barat, serta sejumlah negara yang pro-Israel, jelas-jelas tidak peduli soal tersebut! 

Silahkan dikalkulasi, berapa jumlah penduduk Palestina yang telah dibantai oleh Israel sejak tahun 1948, lalu berapa jumlah yang ditangkap, disiksa, diperlakukan secara tidak adil,  digusur dan diusir dari tanah kelahirannya? Come on, orang waras!

Siapa yang tidak menginginkan koeksistensi damai secara adil dan setara sejak dulu? Ya zionis Israel, mas bro yang paling waras! Lalu pihak Hamas yang dikambinghitamkan.

Oleh: Alfian Yuniar, Facebooker. ***

Berita Terkait