DECEMBER 9, 2022
Nasional

Mengenang Rizal Ramli: Menteri Era Jokowi yang Suka Bikin Kontroversi dan Kegaduhan

image
Dr Rizal Ramli (foto: Antara)

ORBITINDONESIA.COM - Mantan Menko EKUIN dan Kepala Badan Urusan Logistik yang baru saja meninggal, Dr. Rizal Ramli, semasa masih aktif di pemerintahan telah menghasilkan sejumlah kontroversi.

Tidak lama setelah diangkat oleh Presiden Jokowi sebagai Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli mengeluarkan pernyataan yang mengundang kontroversi di kalangan pemerintahan dan masyarakat umum.

Rizal Ramli mengusulkan pembatalan rencana pembelian pesawat baru oleh Kementerian BUMN untuk maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Menurut Rizal, pembelian pesawat baru tersebut adalah kebijakan yang tidak tepat dan memboroskan uang negara.

Beberapa hari kemudian, Rizal juga mengkritik proyek pembangunan listrik 35.000 megawatt yang dianggap tidak realistis dan mengatakan bahwa rencana itu adalah proyek ambisius Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang tertunda.

Kritikan tersebut segera mengundang reaksi keras dari Jusuf Kalla dan beberapa pejabat negara lainnya. Kontroversi ini sempat membuat kegaduhan dalam kabinet pemerintahan Jokowi - JK.

Banyak pihak yang mengecam dan mengatakan bahwa kritik yang dilakukan Rizal Ramli di depan publik adalah suatu perbuatan yang tidak etis.

Rizal dituding menimbulkan kegaduhan di jajaran kabinet, yang sedang berusaha keras mengatasi masalah perekonomian yang sedang mengalami kelesuan.

Namun juga tidak sedikit yang setuju dan mendukung kritik Rizal Ramli yang dianggap membuka hal-hal yang terjadi di sekeliling Presiden Jokowi yang tak diketahui oleh masyarakat luas.

Pada 2018, Rizal Ramli menyatakan siap maju untuk mencalonkan diri sebagai capres dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019.

Bahkan ia juga melontarkan sebuah janji yang akan ditepatinya jika terpilih menjadi presiden.

Rizal Ramli berjanji akan menangkap 100 orang berengsek Indonesia pada hari pertamanya menjabat sebagai seorang presiden. Orang-orang berengsek tersebut kemudian akan dibuangnya ke Pulau Malaria di Indonesia tengah.***

Sumber: Wikipedia

Berita Terkait