DECEMBER 9, 2022
Kesehatan

Warna Urin Bisa Jadi Ukuran untuk Tahu Tingkat Hidrasi dan Potensi Masalah Penyakit di Tubuh

image
Ilustrasi tanda toilet dan memantau warna urin untuk mendeteksi kadar hidrasi dan potensi penyakit. (ANTARA/Pexels/Hafidz Alifuddin)

ORBITINDONESIA.COM - Memantau warna urin atau air kencing dapat memberikan wawasan berharga mengenai tingkat hidrasi dan potensi masalah kesehatan.

Ditulis laman Eating Well, Minggu, 17 Maret 2024, warna urin “sehat” atau “normal” dapat bervariasi berdasarkan faktor termasuk hidrasi, pola makan dan obat-obatan tertentu. Hal itu dikatakan Jason Kim, MD, anggota American Urological Association dan profesor urologi Pusat Medis Universitas Brook di Stony Brook, New York.

Menurut American Chemical Society, warna urin terutama dipengaruhi oleh adanya pigmen yang disebut urokrom (alias urobilin) yang merupakan produk sampingan dari pemecahan hemoglobin dari sel darah merah tua.

Baca Juga: Inilah Enam Langkah Sehat Mencegah Diabetes Melitus atau Kencing Manis

Alasan paling umum mengapa urin kita berubah warna adalah karena tingkat hidrasi.

“Ketika Anda cukup terhidrasi, urin Anda cenderung berwarna kuning pucat karena lebih encer. Saat Anda dehidrasi, warna urine bisa menjadi lebih gelap, yang menunjukkan bahwa urine lebih pekat dengan produk limbah,” jelas Kim.

Beberapa kondisi yang menyebabkan urin berwarna adalah dari makanan berwarna, seperti buah bit atau sayur yang dapat membuat urin berwarna kehijauan.

Baca Juga: Perhatikan! Ini Tanda Air Kencing yang Harus Diwaspadai

Selain itu suplemen B dosis tinggi juga dapat membuat urin berwarna kuning cerah dan suplemen herbal membuat urin jadi berwarna kecokelatan atau merah.

Pada kondisi medis, penggunaan obat-obatan dan infeksi saluran kemih dapat menyebabkan urin tampak keruh, gelap, atau bahkan berdarah karena adanya bakteri, sel darah putih, atau sel darah merah di dalamnya. Masalah hati atau ginjal juga bisa memicu perubahan warna urin, tambah Kim.

Jika Anda memperhatikan bahwa urin Anda lebih gelap daripada warna kuning pucat yang ideal, Kim menyarankan untuk menerapkan penyesuaian gaya hidup dengan minum banyak air.

Baca Juga: Berikut ini Cara Menghilangkan Bau Urine dan Feses Kucing yang Menyengat

“Tetap terhidrasi adalah kunci untuk memastikan warna urin Anda tetap sehat,” saran Kim.

Penting juga untuk mengonsumsi kafein dan alkohol dalam jumlah sedang. Alkohol dan kafein sama-sama dapat bertindak sebagai diuretik, yang menyebabkan lebih sering buang air kecil.

Kehilangan cairan setelah minum alkohol dapat menyebabkan dehidrasi ringan (dan mabuk), menurut Institut Nasional Penyalahgunaan Alkohol dan Alkoholisme .

Baca Juga: Detik detik Pesawat Lion Air JT 797 Tabrak Garbarata, Begini Hasil Uji Urine Crew

Kim juga menyarankan untuk menghindari makanan dan minuman berwarna yang dapat mengubah warna dan bau pada urin.

"Jika Anda mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas atau dengan resep dan melihat adanya perubahan pada warna urin Anda, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk menentukan apakah penyesuaian terhadap rejimen pengobatan Anda diperlukan," saran Kim.

Menjaga kebersihan, termasuk mandi secara teratur dan perawatan alat kelamin, dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih dan kondisi lain yang dapat memengaruhi warna dan bau urin, tambah Kim terkait kebersihan.

Baca Juga: Kisah Pemuda Turki, 94 Jam Bertahan Hidup dengan Minum Air Kencingnya Sendiri Ketika Terjebak Puing Gempa

Jika warna kencing terus-menerus menyimpang dari warna kuning pucat biasanya tanpa penyebab yang jelas, konsultasikan dengan dokter perawatan primer untuk menyingkirkan masalah kesehatan yang mendasarinya, kata Kim, dan untuk mengetahui apakah mungkin memerlukan rujukan ke ahli urologi.

Hal ini sangat penting terutama jika seseorang memiliki riwayat pribadi atau keluarga yang menderita penyakit ginjal, gangguan hati, atau ISK. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait