DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

DPR Dukung Pemerintah Lakukan Konversi dari LPG 3 Kg ke Kompor Listrik, Asal...

image
Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun dukung pemerintah lakukan konversi ke kompor listrik.

ORBITINDONESIA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memulai uji coba konversi LPG 3 kg ke kompor listrik atau kompor induksi di tiga kota.

Uji coba konversi LPG 3 kg ke kompor listrik ini menyasar tiga kota yakni Denpasar, Solo, dan salah satu kota di Sumatera Utara yang masih dalam persiapan.

Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun mendukung langkah konversi kompor gas ke kompor listrik tersebut, dan meminta sosialisasi kepada masyarakat untuk dimasifkan.

Baca Juga: Juventus Mulai Tertunduk, Paulo Dybala Turut Prihatin Usai Bela AS Roma

“Saya mendukung dilakukan konversi gas ke (kompor) listrik secara bertahap ke masyarakat. Menurut saya pemakaian kompor listrik harus dilakukan dan disosialisasikan kepada masyarakat Indonesia, karena bagaimana pun energi yang berasal dari gas yang dipakai selama ini (oleh masyarakat) akan ada masa habisnya,” kata Rudi dikutip dari laman DPR RI, Kamis, 22 September 2022.

Politisi Partai NasDem itu menambahkan, selama ini biaya pembelian bahan baku gas disubsidi negara dan angkanya cukup besar.

Sehingga menurutnya semakin tinggi konsumsi gas, maka beban yang ditanggung negara pun semakin besar.

Baca Juga: BREAKING NEWS: KPK Gelar OTT Terhadap Pejabat di Mahkamah Agung

“Tiap tahun subsidi migas dari negara sangat besar. (Konversi ini) akan menghemat energi yang dipakai masyarakat dan menghemat beban belanja negara untuk subsidi migas,” kata Rudi.

Rudi menambahkan, langkah konversi kompor listrik ini juga sejalan dengan kondisi listrik yang saat ini surplus.

Diketahui tahun ini kondisi surplus listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencapai 6 gigawatt (GW) dan akan bertambah menjadi 7,4 GW di 2023, bahkan diperkirakan mencapai 41 GW di 2030.

Baca Juga: Ini 3 Bukti Terkini Reza Arap Diduga Selingkuh dari Wendy Walters

“Dan pemakaian kompor listrik ini sejalan dengan kondisi listrik yang saat ini surplus energi. Banyak belum terpakai dan belum terserap,” tandas legislator daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara III tersebut.***

Berita Terkait