Remaja dan Hubungan Toxic: Memahami, Mencegah, Mengatasi
ORBITINDONESIA.COM – Di balik senyuman ceria remaja, sering kali tersembunyi cerita hubungan toxic yang menekan mental mereka.
Hubungan toxic di kalangan remaja kini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan mental dan sosial mereka. Remaja kerap terjerat dalam hubungan yang menguras emosi, baik dengan teman, pasangan, maupun keluarga. Situasi ini menuntut solusi dan perhatian lebih dari berbagai pihak.
Menurut Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari dari UGM, hubungan bermasalah ini berdampak pada kesehatan mental remaja. Studi menunjukkan bahwa faktor seperti komunikasi buruk dan kontrol berlebihan dapat memicu stres dan gangguan emosional. Webinar yang diadakan FK-KMK UGM menggarisbawahi pentingnya pencegahan dan penanganan tepat dalam mengatasi masalah ini.
Memahami hubungan sehat adalah kunci bagi remaja untuk menghindari jebakan toxic. Asertivitas dan komunikasi yang efektif perlu diajarkan sejak dini. Pendekatan ini tidak hanya mencegah hubungan bermasalah, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kedewasaan emosional. Orang tua memiliki peran vital dalam membimbing anak menuju hubungan yang lebih sehat.
Menghadapi tantangan ini, penting bagi kita semua untuk lebih peka terhadap tanda-tanda hubungan toxic. Dengan memperkuat komunikasi dan pemahaman, remaja dapat belajar membangun hubungan yang sehat dan saling mendukung. Pertanyaannya, sejauh mana kita siap mendampingi mereka dalam perjalanan ini?
(Orbit dari berbagai sumber, 22 Agustus 2025)