Quiet Firing: Ancaman Senyap di Tempat Kerja Modern
ORBITINDONESIA.COM – Quiet firing, praktik manajemen yang diam-diam mengusir karyawan, merusak moral dan kepercayaan di tempat kerja.
Dalam dunia kerja yang dinamis, quiet firing menjadi ancaman yang sering diabaikan. Tanpa pemecatan langsung, karyawan didorong keluar melalui pengurangan kesempatan dan dukungan. Fenomena ini sering terjadi di lingkungan kerja yang menghindari konflik.
Data menunjukkan, 90% karyawan tidak mengenali quiet firing meski banyak yang mengalami dampaknya. McKinsey mengestimasi 20-40% pekerja terlibat dalam 'quiet quitting', akibat dari manajemen buruk. Ini menunjukkan masalah sistemik yang mempengaruhi keterlibatan dan retensi.
Quiet firing tidak hanya menunjukkan kepemimpinan yang buruk, tetapi juga potensi risiko hukum. Karyawan yang terpaksa mengundurkan diri dapat mengajukan tuntutan dismissal konstruktif. HR harus membangun sistem manajemen performa yang transparan dan adil.
Memecahkan diamnya quiet firing bukan hanya tentang menghindari konflik, tetapi menciptakan budaya dialog yang jelas dan terbuka. Setiap pengunduran diri yang terjadi karena ketidakjelasan adalah sinyal perubahan yang dibutuhkan dalam sistem.
(Orbit dari berbagai sumber, 1 Oktober 2025)