Transformasi Budaya di Amazon: Dampak dan Implikasi

ORBITINDONESIA.COM – Amazon mengumumkan pemutusan hubungan kerja yang mengejutkan sebanyak 14,000 karyawan, bukan karena alasan keuangan atau teknologi, melainkan budaya.

Langkah ini datang saat Amazon mencatat pertumbuhan penjualan kuartalan sebesar 13%, mencapai $180 miliar. Andy Jassy, CEO Amazon, menekankan pentingnya budaya perusahaan dalam keputusan ini, menunjuk pada peningkatan jumlah karyawan dan kompleksitas struktur organisasi sebagai faktor utama.

Meskipun pemutusan hubungan kerja ini disebut-sebut untuk menjaga kelincahan perusahaan, ada kekhawatiran tentang peran teknologi dan AI yang semakin menggantikan tenaga kerja manusia. Saham Amazon naik 13% setelah laporan keuangan ini, menunjukkan kepercayaan investor terhadap langkah strategis ini.

Kritikus mempertanyakan apakah pemutusan hubungan kerja ini benar-benar tentang budaya atau sekadar cara untuk meningkatkan margin keuntungan. Sementara itu, pengamat industri melihat ini sebagai langkah proaktif Amazon untuk beradaptasi dengan era baru teknologi.

Pertanyaan besar tetap: bagaimana perusahaan raksasa lain akan merespons tantangan serupa? Apakah kita akan melihat tren global menuju efisiensi yang mengutamakan teknologi dengan mengorbankan tenaga kerja manusia? (Orbit dari berbagai sumber, 4 November 2025)