Bitcoin dan Inflasi AS: Peluang Menuju Rekor Baru

ORBITINDONESIA.COM – Bitcoin melonjak didukung inflasi AS, memicu spekulasi harga tembus US$ 100.000.

Harga Bitcoin mengalami peningkatan signifikan, didorong oleh data inflasi AS yang menunjukkan kestabilan. Sentimen pasar positif ini juga dipicu oleh regulasi aset kripto di AS yang semakin jelas.

Data CoinMarketCap menunjukkan bahwa, meski sempat terkoreksi, Bitcoin tetap menguat. Inflasi inti AS yang terkendali memperkuat ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan menahan suku bunga. Draf RUU Digital Asset Market CLARITY Act memberikan kepastian regulasi yang dinanti pasar, mendorong arus dana institusional ke Bitcoin.

Regulasi yang lebih jelas dan inflasi yang terkendali menjadi katalis utama bagi Bitcoin. Analis melihat potensi Bitcoin mencapai US$ 100.000, dengan arus dana institusional sebagai pendorong. Namun, volatilitas tetap menjadi perhatian utama bagi investor.

Seiring dengan perkembangan positif ini, investor harus tetap waspada terhadap fluktuasi pasar. Mungkinkah Bitcoin menjadi aset yang lebih stabil di masa depan, atau akankah volatilitas tetap menjadi ciri khasnya? Pertanyaan ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pemangku kepentingan.