Ultimatum Polisi Iran: Serahkan Diri atau Hadapi Hukuman
ORBITINDONESIA.COM – Kepala Kepolisian Iran, Jenderal Ahmad-Reza Radan, memberikan ultimatum keras kepada para perusuh unjuk rasa antipemerintah dengan janji hukuman ringan jika menyerahkan diri dalam tiga hari.
Unjuk rasa ini, yang dipicu oleh kemarahan publik atas kesulitan ekonomi, telah menjadi tantangan terbesar bagi kepemimpinan Teheran sejak Revolusi Islam 1979. Aksi protes yang dimulai damai berubah menjadi kerusuhan, dengan ribuan orang dilaporkan tewas dan puluhan ribu ditangkap.
Penindakan keras oleh aparat keamanan Iran menyoroti ketegangan politik dan sosial yang mendalam di negara itu. Data dari kelompok HAM menunjukkan lebih dari 24.000 orang ditangkap, jauh melebihi laporan resmi pemerintah Iran yang menyebutkan 3.000 penangkapan. Ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas pemerintah.
Peran aktor internasional dalam kerusuhan ini tidak bisa diabaikan, dengan pemerintah Iran menuduh AS dan Israel sebagai dalang di balik ketidakstabilan. Namun, mengabaikan akar masalah domestik seperti kesulitan ekonomi mungkin hanya akan memperpanjang krisis.
Masa depan Iran bergantung pada bagaimana pemerintah menangani aspirasi rakyatnya. Apakah akan ada reformasi yang membawa perubahan? Atau akankah penindakan keras terus berlanjut, membungkam suara perbedaan pendapat? Hanya waktu yang akan menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 22 Januari 2026)