Rupiah Terpuruk: Tantangan dan Harapan Ekonomi Indonesia

ORBITINDONESIA.COM – Rupiah menyentuh titik terendah sepanjang masa, mengguncang pasar keuangan Indonesia. Apa yang menyebabkan penurunan ini dan bagaimana prospek ke depan?

Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di 4,75% di tengah kekhawatiran nilai tukar rupiah yang melemah drastis. Kebijakan ini diambil saat rupiah hampir menembus level psikologis 17.000 per dolar AS.

IHSG mengalami penurunan 1,36% akibat outflow asing sebesar Rp1,9 triliun, terutama dari saham BBCA. Sementara itu, pasar obligasi juga tertekan dengan kenaikan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun.

Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga menunjukkan komitmen menjaga stabilitas. Namun, apakah ini cukup untuk mengatasi kekhawatiran fiskal dan independensi bank sentral?

Langkah-langkah yang diambil saat ini menjadi kunci masa depan ekonomi Indonesia. Apakah kebijakan ini akan cukup efektif dalam jangka panjang? Kita perlu terus memantau dan menyesuaikan strategi.