Emas Melonjak: Peluang atau Risiko bagi Investor?
ORBITINDONESIA.COM – Harga emas Antam menembus Rp3 juta per gram, memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di masyarakat.
Kenaikan harga emas membuat banyak orang tergiur untuk berinvestasi tanpa memperhitungkan potensi risiko. Fenomena ini didorong oleh persepsi bahwa emas adalah instrumen investasi teraman, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Budi Rahardjo, perencana keuangan di OneShildt, ketertarikan masyarakat terhadap emas dipicu oleh kinerjanya yang lebih baik dibanding instrumen lain. Namun, seperti investasi lainnya, emas juga memiliki risiko, terutama jika harga tiba-tiba berbalik arah.
Berinvestasi emas memerlukan perencanaan matang. Andi Nugroho dari Mitra Rencana Edukasi menekankan pentingnya investasi jangka panjang untuk melindungi nilai mata uang dari inflasi. Memilih emas batangan ketimbang perhiasan juga merupakan strategi yang lebih bijak.
Investasi emas dapat menjadi pilihan yang menguntungkan jika dilakukan dengan bijak. Namun, penting bagi investor untuk tetap waspada dan tidak terjebak dalam euforia sesaat. Apakah Anda siap menghadapi risiko yang menyertai investasi ini?
(Orbit dari berbagai sumber, 26 Januari 2026)