Pemangkasan Kuota Impor Daging Sapi: Ancaman bagi Bisnis dan Tenaga Kerja

ORBITINDONESIA.COM – Keputusan pemerintah memangkas kuota impor daging sapi bagi perusahaan swasta hingga 2026 menimbulkan kegemparan di kalangan pengusaha, yang khawatir akan dampak langsung terhadap kelangsungan bisnis dan stabilitas tenaga kerja.

Pemangkasan kuota impor daging sapi menjadi 30.000 ton pada 2026 membuat pengusaha swasta resah. Kebijakan ini menurunkan kuota dari 180.000 ton pada 2025, dengan alokasi besar kepada BUMN. Transparansi dan sosialisasi kebijakan dipertanyakan.

Kuota impor yang hanya 16% dibandingkan tahun sebelumnya berdampak signifikan pada operasional 105 perusahaan swasta. Kekurangan pasokan dapat memicu kenaikan harga daging hingga memengaruhi daya beli masyarakat dan memaksa PHK massal.

Kebijakan ini mengundang kritik dari APPDI dan APPHI yang menilai pemerintah kurang mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi ekonomi dan tenaga kerja. Ketiadaan komunikasi yang jelas memperburuk situasi, menciptakan ketidakpastian di pasar.

Melihat kekhawatiran yang memuncak, perlu ada dialog terbuka antara pemerintah dan pengusaha. Kebijakan harus ditinjau ulang agar keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan proteksi industri lokal bisa tercapai. Apakah pemerintah siap mendengarkan suara industri?

(Orbit dari berbagai sumber, 26 Januari 2026)