Masa Depan Manajer Aset: Melampaui Pemotongan Biaya

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah persaingan ketat, manajer aset global menghadapi tantangan mempertahankan profitabilitas tanpa sekadar mengandalkan pemotongan biaya.

Dalam laporan EY, diketahui bahwa meskipun aset yang dikelola terus bertumbuh, peningkatan biaya menekan margin operasi manajer aset. Regulasi ketat, ekspektasi investor, dan ancaman siber adalah beberapa faktor utama yang meningkatkan beban operasional.

Data EY menunjukkan pertumbuhan aset di bawah pengelolaan sebesar hampir 5% dari 2020 hingga 2024, namun pertumbuhan pendapatan tidak mampu melampaui biaya. CFO manajer aset menempatkan teknologi, pertumbuhan pasar baru, dan efisiensi sebagai prioritas utama untuk mengatasi tantangan ini.

Pemotongan biaya saja tidak cukup untuk menciptakan model operasi yang tahan masa depan. Diperlukan integrasi teknologi, strategi talenta yang cerdas, dan kemitraan yang kuat untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dalam industri ini.

Masa depan manajer aset akan ditentukan oleh kemampuan mereka untuk beradaptasi dan menemukan sumber pendapatan baru. Dengan mengubah model bisnis dan memanfaatkan teknologi, mereka diharapkan dapat mengatasi tantangan dan menjembatani kesenjangan keuangan yang ada.

(Orbit dari berbagai sumber, 27 Januari 2026)