Polisi Diminta Lebih Komprehensif dalam Kasus Kriminal
ORBITINDONESIA.COM – Kasus Hogi Minaya di Sleman menjadi sorotan setelah ia ditetapkan sebagai tersangka karena melawan penjambret yang menyerang istrinya.
Kejadian ini membuka mata publik tentang bagaimana penegakan hukum dijalankan saat korban kejahatan justru diperlakukan sebagai pelaku. Ini bukan kasus pertama di Indonesia, di mana korban yang melawan kejahatan malah berujung sebagai tersangka. Contoh lainnya adalah kasus di Bekasi, yang menunjukkan pola yang mengkhawatirkan dalam penegakan hukum kita.
Penetapan Hogi sebagai tersangka menimbulkan pertanyaan tentang pendekatan hukum kita yang terkadang terlalu kaku. Polisi sering kali fokus pada aspek legalistik semata, tanpa mempertimbangkan konteks yang lebih luas dan alasan di balik tindakan korban. Menurut data Kompolnas, kasus serupa menunjukkan bahwa seringkali aparat hukum gagal melihat kejadian secara holistik, sehingga tidak memberikan rasa aman yang seharusnya.
Anggota Kompolnas Choirul Anam menekankan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dalam menangani kasus semacam ini. Dalam pandangannya, melihat kasus hanya dari sisi hukum tanpa mempertimbangkan keselamatan dan keamanan masyarakat adalah keliru. Keamanan publik harus menjadi prioritas utama, dan polisi perlu lebih tanggap terhadap dinamika di lapangan.
Kasus ini mengingatkan kita bahwa penegakan hukum tidak hanya soal memenuhi unsur pidana, tetapi juga tentang menciptakan rasa aman di masyarakat. Dapatkah sistem hukum kita berkembang untuk lebih memahami kebutuhan dan realitas di lapangan? Ini adalah pertanyaan yang perlu dijawab demi keadilan yang lebih nyata.
(Orbit dari berbagai sumber, 28 Januari 2026)