KPPMPI Harap Kerja Sama Maritim Indonesia–Inggris Perkuat SDM Pesisir

ORBITINDONESIA.COM — Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) menyambut positif hasil kunjungan kerja Presiden ke Inggris, khususnya terkait kerja sama di sektor maritim. Ketua Umum KPPMPI Hendra Wiguna menilai kolaborasi tersebut dapat menjadi momentum penting untuk mengembalikan perhatian negara terhadap sektor kelautan dan perikanan.

Menurut Hendra, selama ini bidang maritim kerap luput dari prioritas pembangunan nasional. Padahal, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar.

“Kerja sama Indonesia dan Inggris ini diharapkan menjadi tonggak kesadaran bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan sumber daya kelautan perikanannya,” ujar Hendra, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu memperbaiki sistem logistik kelautan dan perikanan nasional, khususnya dalam mendistribusikan hasil produksi dari wilayah Indonesia Timur dan pulau-pulau kecil. 

“Jika logistik diperbaiki, hasil produksi perikanan akan terserap dengan baik. Ini tentu memberi harapan baru bagi nelayan kecil,” kata dia.

Terkait rencana pembangunan 1.582 kapal nelayan hasil kerja sama tersebut, Hendra mengingatkan agar pemerintah memastikan kapal yang disediakan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan nelayan.

“Kita tidak ingin mengulang kesalahan masa lalu, di mana kapal bantuan justru mangkrak karena biaya operasional tinggi atau sulit dioperasikan,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar kapal bantuan diprioritaskan bagi nelayan kecil yang kehilangan atau mengalami kerusakan perahu akibat bencana alam, seperti di Aceh dan Sumatera.

“Sebagian bisa juga dioperasikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) bahkan diatasnya, agar operasi kapal tidak semakin menumpuk di zona tangkap nelayan kecil.”  Tambah Hendra

Selain pembangunan kapal, KPPMPI juga menyambut baik kerja sama di bidang pendidikan tinggi. Hendra berharap pembangunan kampus baru salah satunya difokuskan untuk memperkuat kemajuan kelautan perikanan, serta memberikan akses afirmatif bagi anak-anak nelayan dan pelaku usaha kelautan perikanan lainnya.

“Kita membayangkan, kapal-kapal perikanan kita semakin modern dioperasikan oleh para pemuda pesisir generasi penerus nelayan saat ini. Tentunya menuju kesana, harus kita siapkan semuanya, terutama dengan kualitas manusianya. Oleh karena itu, penting sekali perihal pendidikan ini, agar seimbang antara kemajuan teknologi dengan kemampuan nelayan kita.” Tutup Hendra. ***