KAI Logistik: Solusi Liburan Tanpa Meninggalkan Anabul
Sebagai pecinta anabul, saya percaya bahwa hewan peliharaan bukan sekadar teman di rumah, melainkan bagian dari keluarga. Di rumah, saya memelihara seekor kucing bernama Mumu, teman kecil yang saya rawat sejak masih bayi. Karena merawatnya dari kecil, ada rasa tak tega setiap kali harus meninggalkannya sendirian. Sejak Mumu hadir, kebiasaan bepergian ke luar kota perlahan berkurang. Saya lebih sering memilih tinggal di rumah, memastikan ia makan tepat waktu dan tidak merasa sendirian.
Namun, rutinitas yang itu-itu saja juga melahirkan rasa jenuh. Ada kalanya saya ingin berpergian melihat laut, berjalan di kota lain, atau sekadar berganti suasana. Sayangnya, keinginan itu selalu diiringi kecemasan. Bagaimana kalau saya pergi agak lama dan Mumu sendirian di rumah? Dititipkan ke tempat penitipan pun rasanya belum sepenuhnya menenangkan. Pernah terlintas untuk membawanya ikut, tapi perjalanan jauh dengan risiko stres membuat saya ragu, bahkan takut membayangkan hal terburuk di jalan.
Kegelisahan itu mulai menemukan jawaban ketika saya mengetahui bahwa KAI menyediakan layanan kirim hewan kesayangan melalui KAI Logistik. Informasi itu membuat saya antusias. Ternyata, prosedurnya jelas dan relatif mudah diikuti, asal pemilik menyiapkan semuanya dengan baik.
Setiap musim liburan memang selalu membawa dilema bagi para pemilik anabul. Kita ingin beristirahat dari rutinitas, tapi juga tak ingin mengorbankan rasa aman hewan kesayangan. Kini, melalui layanan Kirim Hewan Kesayangan, KAI Logistik mencoba menjembatani kebutuhan itu.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan kondisi hewan benar-benar sehat. Saya membawa Mumu ke dokter hewan untuk pemeriksaan singkat. Dokter mengecek kondisi umum, meninjau riwayat vaksin, lalu mengeluarkan surat keterangan sehat. Dokumen ini menjadi syarat penting sebelum proses pengiriman di stasiun.
Setelah urusan kesehatan beres, perhatian beralih ke kandang. Kandang harus kokoh, berventilasi baik, dan cukup luas agar hewan bisa bergerak nyaman. Saya menambahkan alas penyerap, kain beraroma rumah, serta wadah minum yang aman. Di bagian luar kandang, saya menuliskan nama Mumu, nama saya, dan nomor kontak aktif. Hal-hal kecil ini ternyata sangat membantu proses identifikasi.
Di stasiun, saya langsung menuju loket KAI Logistik. Petugas memeriksa dokumen, mengecek kandang, lalu menjelaskan alur pengiriman dengan rapi. Selama perjalanan, hewan ditempatkan di ruang kargo yang telah disiapkan, dengan pengaturan agar kandang stabil dan sirkulasi udara terjaga. Kesiapan sejak awal membuat proses berjalan lebih tenang, baik bagi pemilik maupun anabul.
Setibanya di stasiun tujuan, proses pengambilan juga sederhana. Setelah menunjukkan bukti pengiriman, Mumu diserahkan kembali. Ia memang butuh waktu sejenak untuk menyesuaikan diri, tapi kondisinya baik dan responsif.
Pengalaman ini mengubah cara pandang saya tentang liburan bersama anabul. Kini, dilema antara pergi dan rasa sayang tak lagi berseberangan. Dengan persiapan yang tepat, liburan tetap bisa berjalan, sementara anabul tetap aman dan terawat. KAI Logistik memberi solusi praktis, membuat perjalanan terasa lebih utuh, aman dan menyenangkan.