Efektivitas OTT KPK: Tantangan dan Harapan di Tahun 2026

ORBITINDONESIA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menargetkan operasi tangkap tangan (OTT) rutin setiap bulan, namun tantangan baru menghadang di tahun 2026.

Pemberantasan korupsi di Indonesia masih menjadi isu krusial. KPK, sebagai lembaga anti-rasuah utama, menghadapi tekanan untuk meningkatkan efektivitas operasinya. Dalam rapat dengan Komisi III DPR RI, Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa OTT adalah salah satu target utama, meski sangat bergantung pada informasi yang tersedia.

Sejak pembentukannya, KPK telah melaksanakan ratusan OTT yang mengungkap berbagai kasus korupsi. Namun, efektivitas OTT sering dipertanyakan. Data menunjukkan bahwa meskipun banyak operasi berhasil, korupsi tetap merajalela. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menyoroti keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi sebagai penghambat utama. Tanpa peralatan canggih, target OTT bulanan sulit tercapai.

OTT seharusnya tidak hanya menjadi ajang penangkapan semata, tetapi juga bagian dari strategi pencegahan korupsi yang lebih luas. Dengan mengandalkan data dan teknologi, KPK dapat mengidentifikasi pola korupsi lebih dini. Namun, tanpa dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, upaya ini bisa sia-sia. Kritik terhadap KPK harus diimbangi dengan dukungan untuk memperkuat kapasitas mereka.

Pemberantasan korupsi di Indonesia adalah perjalanan panjang yang memerlukan komitmen semua pihak. Apakah KPK siap menghadapi tantangan di tahun 2026, atau akankah kita menyaksikan pola yang sama berulang? Masyarakat perlu terus mengawal dan mendukung upaya ini. Hanya dengan bersatu, kita bisa berharap pada perubahan nyata.