Inovasi AI DinoTracker: Menguak Jejak Purba Dinosaurus
ORBITINDONESIA.COM – Aplikasi AI DinoTracker kini menawarkan terobosan dalam identifikasi jejak dinosaurus, menghadirkan akurasi tinggi yang tak terbayangkan sebelumnya.
Identifikasi jejak dinosaurus kerap menjadi tantangan bagi paleontolog. Kemiripan jejak antar-spesies dan pengaruh kontur tanah membuat analisis seringkali rentan keliru. DinoTracker hadir untuk menjawab tantangan ini.
DinoTracker, dikembangkan oleh peneliti dari University of Edinburgh, menggunakan teknologi AI untuk mengidentifikasi jejak dinosaurus dengan akurasi hingga 90%. Sistem ini menawarkan alternatif yang lebih objektif dibandingkan analisis manual yang rentan kesalahan.
Steve Brusatte, salah satu peneliti, menyatakan DinoTracker merupakan langkah maju dalam paleontologi, membantu mengatasi interpretasi tidak langsung yang rentan kesalahan. Namun, ketergantungan pada data label awal masih menjadi perhatian dalam penggunaan AI.
Dengan potensi besar yang dibawa oleh DinoTracker, kita memasuki era baru dalam studi paleontologi. Akankah teknologi ini sepenuhnya menggantikan peran analisis manusia? Atau hanya menjadi alat bantu yang menyempurnakan pemahaman kita tentang masa lalu? (Orbit dari berbagai sumber, 31 Januari 2026)