Hukuman Berat Babinsa: Etika Prajurit Ditantang

ORBITINDONESIA.COM – Penahanan kepada Serda Heri, Babinsa dari Kelurahan Utan Kayu, menyoroti pentingnya etika militer di Indonesia.

Kodim 0501/Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman berat kepada Serda Heri setelah menuduh Suderajat, seorang pedagang es gabus, menggunakan bahan spons. Insiden ini mengguncang citra TNI di mata publik, menimbulkan pertanyaan tentang kedisiplinan dan pendekatan prajurit terhadap masyarakat.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan pentingnya norma dan etika keprajuritan. Hukuman ini diputuskan melalui mekanisme objektif dan berkeadilan, menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga profesionalisme. Selain penahanan, Serda Heri dikenai sanksi administratif, mencerminkan upaya pembinaan disiplin di lingkungan TNI.

Kasus ini menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam tugas militer, seperti yang diamanatkan dalam Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI. Bantuan kepada Suderajat berupa gerobak es campur menunjukkan sisi empati TNI, tetapi juga menggarisbawahi perlunya pelatihan etika lebih lanjut bagi prajurit.

Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya integritas dan kepercayaan antara militer dan masyarakat. Dengan langkah-langkah yang tepat, TNI dapat memperkuat hubungan ini, memastikan setiap prajurit bertindak dengan kehormatan dan rasa tanggung jawab. Bagaimana langkah selanjutnya untuk mencegah insiden serupa di masa depan?

(Orbit dari berbagai sumber, 3 Februari 2026)