Banjir Kembali Menghantam Jakarta: Alarm Bagi Ketahanan Kota
ORBITINDONESIA.COM – Jakarta kembali dikepung banjir, dengan wilayah Jakarta Barat dan Utara terendam air hingga 20 cm. Bencana tahunan ini menambah daftar panjang problematika ibu kota yang belum terpecahkan.
Curah hujan tinggi dan luapan sungai menjadi penyebab utama banjir di Jakarta. Kali ini, Kelurahan Tegal Alur, Marunda, dan Kapuk Muara menjadi korban. BPBD DKI Jakarta mencatat banjir terjadi di 9 RT dan 1 ruas jalan, memperlihatkan betapa rentannya infrastruktur kota ini terhadap cuaca ekstrem.
Banjir ini disebabkan oleh luapan Kali Angke, Kali Nagrak, dan Kali Semongol. Jakarta Utara dan Barat merasakan dampak terparah, dengan ratusan warga terpaksa mengungsi. BPBD bersama dinas terkait terus berupaya menanggulangi dampak dengan penyedotan air dan perbaikan sistem drainase. Namun, upaya jangka pendek ini seringkali tidak cukup untuk mengatasi akar masalah.
Berulangnya banjir di Jakarta menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas penanganan bencana kota ini. Dengan curah hujan yang semakin ekstrem akibat perubahan iklim, apakah Jakarta sudah siap menghadapi tantangan ini? Mungkin sudah saatnya pemerintah memikirkan solusi inovatif dan berkelanjutan untuk menangani banjir yang kian parah setiap tahunnya.
Banjir di Jakarta bukan hanya soal genangan air, tetapi juga cerminan dari tantangan urbanisasi dan perubahan iklim. Menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian, langkah apa yang harus diambil untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga? Sudah saatnya kita bertindak sebelum terlambat.