Konflik Iran dan Uni Eropa: Deklarasi Teroris dan Dampaknya

ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan antara Iran dan Uni Eropa semakin memanas setelah Iran menetapkan tentara dari negara Uni Eropa sebagai kelompok teroris, sebagai balasan atas tindakan Uni Eropa terhadap IRGC.

Uni Eropa memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ke dalam daftar organisasi teroris. Tindakan ini sebagai tanggapan atas penindakan keras Iran terhadap protes anti-pemerintah. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Uni Eropa terhadap Iran.

Ketegangan meningkat setelah langkah Uni Eropa ini. Iran merespons dengan menetapkan tentara negara-negara Uni Eropa sebagai kelompok teroris. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan keputusan ini adalah balasan terhadap tindakan Uni Eropa yang dianggap merugikan rakyatnya sendiri.

Kebijakan saling balas ini memperlihatkan eskalasi konflik diplomatik yang berpotensi merusak hubungan antara Iran dan Uni Eropa. Langkah Iran memicu diskusi tentang dampak kebijakan luar negeri yang agresif dan kemungkinan isolasi Iran di panggung internasional.

Kebijakan saling menetapkan status teroris ini menciptakan ketegangan baru yang memerlukan pendekatan diplomatik yang bijak. Bagaimana langkah selanjutnya dari kedua pihak untuk menghindari konflik berkepanjangan? Pertanyaan ini meninggalkan tantangan bagi para pemimpin dunia.

(Orbit dari berbagai sumber, 4 Februari 2026)