Pasar Saham AS Bangkit, Emas dan Perak Merosot Tajam

ORBITINDONESIA.COM – Pasar saham Amerika Serikat mengalami lonjakan pada hari Senin setelah gejolak tajam yang mengguncang pasar keuangan semalam, termasuk penurunan saham Asia.

Gejolak di pasar keuangan global terjadi seiring dengan penurunan harga emas dan perak yang signifikan. Harga emas sempat turun di bawah $4.500 per ons sebelum akhirnya stabil di $4.652,60, sementara harga perak mengalami penurunan lebih dari 31% pada hari Jumat sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terkait kebijakan Federal Reserve dan potensi inflasi.

Lonjakan pasar saham AS dipimpin oleh saham perusahaan penyedia penyimpanan komputer dan maskapai penerbangan yang diuntungkan oleh penurunan harga minyak lebih dari 4%. Di sisi lain, pasang surut harga emas dan perak menunjukkan aksi ambil untung setelah kenaikan tajam sebelumnya. Hal ini juga dipengaruhi oleh pencalonan Kevin Warsh sebagai ketua Fed yang baru, yang memicu spekulasi tentang kebijakan suku bunga.

Penurunan harga emas dan perak bisa jadi merupakan koreksi dari lonjakan harga yang terlalu cepat. Investor mungkin mengantisipasi bahwa Warsh akan menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, namun ada juga pandangan bahwa kebijakan pemotongan suku bunga lebih mungkin dilakukan. Ini menunjukkan ketidakpastian yang tinggi di pasar keuangan saat ini.

Pergerakan pasar yang dinamis ini menunjukkan betapa rentannya pasar terhadap perubahan kebijakan moneter dan geopolitik. Sebagai investor, penting untuk tetap waspada dan mempertimbangkan diversifikasi portofolio guna menghadapi ketidakpastian yang ada. Pertanyaan terbuka yang muncul adalah: bagaimana kebijakan ekonomi selanjutnya akan mempengaruhi stabilitas pasar keuangan global?

(Orbit dari berbagai sumber, 5 Februari 2026)