Perspektif Presiden Prabowo tentang Board of Peace dan Masa Depan Gaza Palestina

Oleh Dr. KH. Khairan Muhammad Arif, MA, M.Ed
(Sekjen PP IKADI & Ketua Komisi Ukhuwah MUI Pusat)

ORBITINDONESIA.COM - Merespons banyaknya pertanyaan terkait hasil pertemuan Pimpinan Ormas Islam dengan Presiden Prabowo kemaren, maka kami berusaha menulis tulisan sederhana ini, semoga bisa menjawab. 

Presiden Prabowo mengundang 57 pimpinan  ormas besar Islam, termasuk MUI, pimpinan pondok pesantren dan sebagian menteri kabinet, di antaranya ormas Islam IKADI pada 3 Februari 2026 di Istana Negara. Pertemuan dan dialog ini berlangsung dari pukul: 14.00 hingga pukul: 17.00 WIB.

Sejarah, Latar Belakang dan Tujuan BoP

Presiden Prabowo menjelaskan kepada para undangan di atas latar belakang, tujuan dan proses terbentuknya BoP (Board of Peace) atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Donald J Trump.

Dalam paparannya yang akrab dan terbuka kepada para ulama dan tokoh Islam tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa BOP dibentuk dilatar belakangi kondisi negera-negara di dunia yang sebagian besar terlibat dalam perang panjang, seperti Rusia dan Ukraina yang melibatkan NATO, USA dan Eropa, yang telah menewaskan lebih dari satu juta manusia dalam 3 tahun.Demikian pula perang yang telah berlangsung di Timur Tengah khususnya antara Israel, Palestina dan negara Arab.

Terkait tujuan BoP dan masuknya Indonesia dalam BoP pada 22 Januari 2026 di Davos yang lalu, saya mencatat apa adanya saat Prabowo menjelaskan bahwa: "BoP dalam masalah Gaza, bertujuan untuk menghentikan perang di Gaza yang sangat tidak seimbang dan genosida besar-besaran yang dilakukan oleh Israel terhadap muslim Gaza, tanpa ada satu pemimpin negara dunia yang bisa menghentikannya, kecuali Donald Trump". 

Target Utama Indonesia dan alasan Gabung BoP

Menurutnya, kita (Indonesia) bergabung di BoP yang dipimpin Trump, selain alasan menghentikan perang Gaza, juga karena ada 8 negara Islam yang diajak oleh Trump masuk dalam BoP yaitu: Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Mesir, Turki, Indonesia dan Pakistan yang disebut dengan The Group of New York, Grup ini dipimpin oleh Trump dan Erdogan". 

Prabowo menceritakan bahwa Trump memaparkan 21 point strategis untuk menghentikan perang dan membangun kembali Gaza yang hancur kepada 8 negara Islam ini (tidak disampaikan detail 21 point itu), Prabowo memperlihatkan gambar Gaza yang menjadi kota indah setelah recovery total.

Hubungan BoP dengan PBB

Saya juga mencatat, bahwa Prabowo menjelaskan Pembentukan BoP kata Prabowo juga didorong oleh PBB, sehingga BoP tidak untuk mengganti PBB, beliau juga mengatakan bahwa:  "Kita di Tim 8,  ini selalu berkomunikasi dan berkoordinasi hingga saat ini untuk memastikan kerja-kerja BoP dalam masalah Gaza. Bila nanti BoP tidak membantu Gaza atau tidak membantu salah satu anggota negara 8 ini, maka 8 negara Islam akan akan keluar bersama-sama dari BoP".

Sumbangan Dana (membership fee) BoP yang diminta oleh Donald Trump

Menurut cerita Pak Prabowo "bahwa Trump meminta dana 1 miliar dolar kepada anggota BoP adalah untuk mendanai pembangunan kembali Gaza dan merekonstruksi kehidupan infrastruktur di Gaza". Menurut sumber lain bahwa iuran ini juga sifatnya tidak memaksa dan wajib.

Sikap Ulama dan Dakwah terhadap BoP

Seperti biasa, memang kadang informasi di media berbeda dengan informasi Presiden yang berhadapan langsung dengan para ulama dan tokoh Islam nasional ini. 

Ada beberapa sikap ulama dan dakwah dalam menyikapi informasi yang valid dan shohih (nahkumu bizahir), setelah pertemuan semalam:

1. Sikap Indonesia sudah benar bergabung dengan BoP, kata Prabowo: "Kalau kita bisa mempengaruhi dari dalam, itu lebih baik dari pada di luar tapi tidak bisa berbuat apa-apa". Dalam Ilmu stragegi dakwah, perjuangan dakwah tidak selamanya harus berkonfrontasi, tapi juga bisa melakukan as-sulh (damai) dengan musuh untuk menghindari mudhorat yang besar dan memakan korban yang lebih banyak.

2. BoP bisa saja menjadi sarana sementara, untuk menyelamatkan Gaza. Faktanya terjadi gencatan senjata salah satunya karena desakan Trump kepada Netanyahu, sehingga pembantaian dan pelaparan dahsyat bisa dihindari, tanpa mengabaikan perjuangan luar biasa oleh saudara kita Hamas dan kesabaran warga Gaza. 

3. Menurut kami, sikap dan keputusan Presiden Prabowo sudah tepat untuk kondisi Gaza dan Timur Tengah saat ini (sekali lagi untuk saat ini), sesuai kaidah fiqh: _Al-Hukmu ala Syai'in far'un 'an Tashowwurihi, Ad-Doror Yuzal, Akhafu Dhororaini, Mala yudraku kulluhu laa Yutraku Julluhu, dst.._karenanya menurut saya kita harus dukung, Hamas mereka dalam medan perang juga mendukung.

4. Pandangan politik strategis dan geopolitik global penting untuk menjadi pertimbangan pandangan, sikap dan perjuangan dakwah para da'i, khususnya da'i IKADI agar dapat menghadirkan dakwah yang bijak, strategis dan rahmatan lil alamin

5. Sangat penting bagi ormas dakwah, para ulama dan da'i untuk melihat suatu qadhoya keumatan atau kebangsaan dalam berbagai perspektif yang saling terkait, untuk melahirkan sikap dakwah yang lebih persuasif dan efektif.

6. Dakwah melalui ormas dalam dunia dakwah kontemporer, harus dijadikan sebagai wadah dakwah yang bisa masuk ke semua lini dan dimensi hidup negara dan umat, mampu merekatkan dan mensinergikan semua potensi umat yang besar ini dengan sikap wasathiy, symuliy dan waqiiy yang rahmatan lil alamin.

Bekasi, 4 Februari 2026 ***