Transformasi Mal Indonesia: Dari Pusat Ritel ke Hub Gaya Hidup
ORBITINDONESIA.COM – Fenomena baru di pusat perbelanjaan Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dari belanja tradisional ke aktivitas gaya hidup dan olahraga, mengubah wajah properti komersial di negeri ini.
Industri ritel di Indonesia mengalami penurunan drastis, dipicu oleh peningkatan penggunaan e-commerce dan perubahan perilaku konsumen. Pusat perbelanjaan menghadapi tantangan untuk bertahan hidup di tengah krisis ini, memaksa pengembang untuk mencari solusi inovatif.
Data menunjukkan penurunan tingkat okupansi mal dari 88% pada 2023 menjadi 80% pada 2024. Sementara itu, penggunaan e-commerce meningkat tajam, menguasai 37,7% aktivitas perdagangan. Pengembang properti merespons dengan mengubah mal menjadi hub gaya hidup, mengintegrasikan fasilitas olahraga dan kesehatan untuk menarik pengunjung.
Transformasi ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam bisnis properti. Mal tidak lagi hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga destinasi untuk kesehatan dan sosial. Keberhasilan ini tergantung pada kemampuan pengembang untuk menciptakan ekosistem gaya hidup yang terpadu dan menarik pengunjung dari berbagai segmen.
Pergeseran ini menandakan era baru bagi pusat perbelanjaan di Indonesia. Keberhasilan akan ditentukan oleh adaptasi dan inovasi dalam menghadapi perubahan pasar. Pertanyaan yang tersisa adalah apakah semua mal siap untuk menghadapi transformasi ini dan bagaimana mereka bisa memastikan keberlanjutan jangka panjang.
(Orbit dari berbagai sumber, 5 Februari 2026)