Tragedi Bunuh Diri Siswa SD di NTT: Kemiskinan dan Pendidikan

ORBITINDONESIA.COM – Kasus bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, NTT, membuka mata kita tentang dampak tragis dari kemiskinan dan tekanan pendidikan.

YBR, siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, meninggal dunia setelah gantung diri. Kecewa karena tidak dibelikan buku dan pulpen, tragedi ini memicu perhatian nasional. Keluarga YBR, yang hidup dalam kemiskinan, tidak mampu membayar iuran sekolah yang mencapai Rp 1,2 juta per tahun.

Kasus ini menunjukkan bagaimana kemiskinan mempengaruhi akses pendidikan di Indonesia. Pemerintah, melalui Mensesneg dan Menteri Sosial, berkoordinasi untuk mencegah kejadian serupa. Pendataan dan skema bantuan sosial perlu dievaluasi agar tepat sasaran.

Peran pemerintah dalam melindungi hak anak untuk mendapatkan pendidikan gratis di sekolah negeri dipertanyakan. UU Sisdiknas No 20/2003 menegaskan larangan pungutan di sekolah. Namun, kasus ini menunjukkan pelanggaran yang memprihatinkan.

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya sistem perlindungan anak yang konsisten. Perlu ada evaluasi mendalam dan tindakan cepat agar kejadian serupa tidak terulang. Bisakah kita, sebagai masyarakat, lebih peka terhadap penderitaan di sekitar kita?

(Orbit dari berbagai sumber, 8 Februari 2026)