Bitcoin Melonjak Lagi, Potensi Terjun Bebas Menanti?

ORBITINDONESIA.COM – Bitcoin mencetak rekor baru dengan menembus US$70.000, namun bayang-bayang koreksi kembali mengintai.

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah mengalami lonjakan harga yang signifikan. Aset kripto ini baru saja mengalami rebound tajam, menguat lebih dari 11% dalam sehari, hingga mencapai US$71.458. Namun, volatilitas tinggi dan tren penurunan sebelumnya menimbulkan kekhawatiran di kalangan analis.

Pergerakan harga Bitcoin yang agresif saat ini dipicu oleh aksi beli investor yang memanfaatkan harga diskon. Pemulihan ini sejalan dengan penguatan pasar saham AS, di mana indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite mengalami kenaikan signifikan. Namun, Bitcoin masih berada sekitar 45% di bawah level tertingginya, dan lembaga riset 10X Research memprediksi potensi koreksi lanjutan.

Sejumlah analis mengingatkan bahwa meski terjadi rebound, situasi ini belum cukup kuat untuk mengubah tren besar Bitcoin. Markus Thielen dari 10X Research menyebutkan adanya potensi counter-trend rally, namun kemungkinan besar Bitcoin akan mencetak level terendah baru dalam beberapa bulan ke depan. Volatilitas ekstrem dan sentimen global yang rapuh menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan Bitcoin ke depan.

Lonjakan harga Bitcoin saat ini lebih terlihat sebagai technical bounce daripada pembalikan tren. Dengan risiko koreksi yang terus membayangi, para investor harus tetap waspada dan mempertimbangkan faktor risiko yang ada. Apakah Bitcoin akan kembali terjun ke level lebih rendah, atau justru mengalami kebangkitan baru? Waktu yang akan menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 9 Februari 2026)