Saham Big Caps Ditunggu, Free Float 15% Jadi Sorotan
ORBITINDONESIA.COM – Peningkatan free float menjadi 15% dalam tiga tahun memicu perhatian pasar terhadap saham big caps.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah peta investasi dengan kebijakan baru free float 15%. Lebih dari 200 emiten harus menyesuaikan, termasuk 49 emiten berkapitalisasi besar yang menjadi prioritas. Kebijakan ini menuntut emiten untuk menambah porsi saham publik melalui berbagai aksi korporasi.
Emiten seperti PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi sorotan dengan free float di bawah 15%. Penyesuaian ini diharapkan memperbaiki likuiditas pasar. Namun, risiko oversupply mengintai, terutama bagi emiten dengan gap free float besar. Rencana buyback saham oleh beberapa emiten menjadi strategi untuk menjaga stabilitas valuasi.
Langkah buyback di tengah kebijakan free float bisa jadi dianggap kontradiktif. Namun, ini adalah strategi pengelolaan valuasi yang cerdas. Hal ini memungkinkan emiten untuk mengatur supply saham agar harga tetap terkendali. Pendekatan bertahap menjadi kunci agar pasar tidak tertekan secara teknikal.
Peningkatan free float adalah langkah besar menuju pasar yang lebih likuid dan berdaya saing. Namun, keberhasilan kebijakan ini bergantung pada eksekusi yang hati-hati dan bertahap. Akankah pasar siap menyerap tambahan saham ini tanpa gejolak? Hanya waktu yang akan menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 10 Februari 2026)