Hampir 1 Ton Sampah Diangkut dari Pantai Bali, BRI Peduli Turun Tangan Dukung Gerakan Indonesia ASRI
ORBITINDONESIA.COM — Pagi itu, hamparan pasir Pantai Kedonganan di Kuta, Bali, belum sepenuhnya bersih dari sisa-sisa yang ditinggalkan arus laut. Plastik, botol minuman, dan serpihan kemasan terselip di antara jejak kaki wisatawan. Ombak tetap datang seperti biasa, tetapi daratan menyimpan cerita lain: tentang sampah yang terus bertambah jika tak segera ditangani.
Di tengah suasana itu, ratusan orang bergerak serempak. Mereka bukan hanya relawan biasa, melainkan gabungan pekerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan masyarakat setempat yang turun langsung memunguti sampah satu per satu. Dalam hitungan jam, garis pantai yang membentang seluas 8.250 meter persegi mulai berubah wajah.
Aksi ini merupakan bagian dari komitmen BRI melalui program tanggung jawab sosial (CSR) BRI Peduli dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Sebuah gerakan nasional yang mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan memperkuat partisipasi sosial masyarakat.
Hasilnya bukan sekadar simbolis. Dari kegiatan bersih-bersih tersebut, terkumpul 931,16 kilogram sampah anorganik. Angka itu setara hampir satu ton limbah yang berpotensi mencemari laut dan merusak ekosistem pesisir. Bahkan, potensi reduksi emisi karbon dari pengelolaan sampah tersebut diperkirakan mencapai 2,19 ton CO₂.
Namun yang lebih penting dari angka adalah pesan yang dibawanya: menjaga laut tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa partisipasi perusahaan dalam aksi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk terlibat aktif dalam mengatasi persoalan sampah, termasuk melalui kerja bakti dan aksi bersih sampah laut.
Komitmen itu tidak berhenti pada satu kegiatan. Di Bali, BRI Peduli sebelumnya telah melakukan pendekatan terintegrasi melalui pemasangan penghalang sampah di aliran sungai (tukad), patroli harian untuk pembersihan dan pemilahan, hingga kegiatan bersih rutin setiap pekan. Upaya tersebut dilengkapi dengan edukasi kepada komunitas lokal agar perubahan perilaku dapat tumbuh secara konsisten.
Pendekatan menyeluruh ini menjadi penting karena persoalan sampah bukan hanya soal membersihkan apa yang terlihat, melainkan membangun sistem agar sampah tidak lagi mencemari lingkungan. Mulai dari pemasangan jaring sampah, audit pengelolaan limbah, hingga pengolahan material yang telah dikumpulkan, seluruh rangkaian dilakukan dalam satu ekosistem kerja yang saling terhubung.
Semua inisiatif tersebut berada dalam payung program BRI Peduli “Yok Kita Gas” yang sejak 2021 telah menjangkau 41 lokasi di Indonesia. Dari pasar tradisional hingga kawasan permukiman, program ini dirancang untuk menghadirkan dampak nyata, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
Di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya volume sampah nasional, aksi di Pantai Kedonganan menjadi gambaran kecil dari perjuangan besar menjaga bumi Indonesia. Laut yang bersih bukan sekadar destinasi wisata yang indah, tetapi sumber kehidupan bagi jutaan orang.
Dan mungkin, perubahan besar memang selalu dimulai dari langkah sederhana: memungut satu plastik, lalu satu lagi, hingga akhirnya hampir satu ton sampah tak lagi kembali ke laut.***