Kontroversi Vinicius Jr: Rasisme di Dunia Sepak Bola
ORBITINDONESIA.COM – Insiden rasisme kembali mencuat di panggung sepak bola Eropa saat Vinicius Junior, pemain Real Madrid, mengalami pelecehan rasial saat melawan Benfica. Tuduhan ini memicu perdebatan luas, termasuk komentar dari pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang memancing reaksi beragam.
Dalam duel sengit Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica, Vinicius Junior mengaku mendapatkan pelecehan rasial dari pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni. Tuduhan ini diiringi dengan klaim dari rekan setimnya, Kylian Mbappe, yang mengatakan mendengar Prestianni menyebut Vinicius sebagai 'monyet' sebanyak lima kali. Namun, Prestianni membantah tuduhan ini, menekankan bahwa ia salah paham.
Pernyataan Mourinho yang mengingatkan bahwa legenda Benfica, Eusebio, adalah seorang kulit hitam, menimbulkan kritik tajam. Clarence Seedorf dan Thierry Henry menyoroti bahwa pembicaraan Mourinho terkesan mengalihkan isu rasisme menjadi soal perayaan gol. Statistik menunjukkan bahwa Vinicius Jr sering menjadi target pelecehan rasial di berbagai stadion, menandakan masalah sistemik yang lebih dalam dalam dunia sepak bola.
Komentar Mourinho tentang rasisme menarik perhatian karena menyiratkan bahwa provokasi Vinicius Jr dapat menjadi alasan bagi pelecehan rasial. Pandangan ini dikritik oleh banyak pihak yang menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan rasisme. Henry menekankan bahwa fokus seharusnya pada apa yang dikatakan Prestianni, bukan pada selebrasi gol Vinicius.
Insiden ini mengingatkan kita akan tantangan besar yang masih dihadapi sepak bola dalam menangani isu rasisme. Dengan UEFA yang sedang meninjau laporan resmi, diharapkan langkah tegas dapat diambil untuk mencegah kejadian serupa. Apakah pelecehan rasial dapat benar-benar dihapus dari lapangan hijau? Ini adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh komunitas sepak bola global.
(Orbit dari berbagai sumber, 21 Februari 2026)