DANA Indonesia Bersiap IPO: Pelajaran dari Bukalapak dan GOTO

ORBITINDONESIA.COM – PT Espay Debit Indonesia Koe atau DANA Indonesia menyiapkan langkah besar dalam dunia bisnis dengan rencana IPO. Namun, belajar dari Bukalapak dan GOTO, DANA berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Langkah perusahaan fintech seperti DANA untuk melantai di bursa bukan tanpa tantangan. Sejarah mencatat, IPO Bukalapak dan GOTO berakhir dengan tren saham yang menurun tajam. Kondisi ini menjadi pelajaran bagi DANA untuk memastikan kesiapan produknya.

DANA memahami bahwa IPO saat produk belum matang dapat menyebabkan fluktuasi harga saham. Pengalaman Bukalapak dan GOTO menunjukkan pentingnya kesiapan produk. Saat ini, DANA mencatat volume transaksi harian mencapai 39 juta, menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.

Vince Iswara, CEO DANA, menekankan pentingnya kematangan produk sebelum IPO. Dia belajar dari pendiri Bukalapak dan GOTO. DANA berfokus pada nasabah tier 2 dan 3, menargetkan masyarakat yang belum terlayani secara optimal oleh layanan keuangan tradisional.

Keputusan DANA untuk menunda IPO hingga produk matang adalah langkah strategis. Namun, apakah dengan persiapan ini mereka dapat menghindari nasib saham yang sama dengan pendahulunya? Hanya waktu yang dapat menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Februari 2026)