Wow, BRIN Masuk Proyek P8 Light Tank, Tank Ringan Anti Drone Buatan Indonesia

ORBITINDONESIA.COM - Dalam foto adalah unit P8 Light Tank yang menampilkan desain modular tank ringan dengan proteksi STANAG Level 3 dan sistem persenjataan Cannon 30mm.

PT Sentrasurya Ekajaya (SSE) adalah salah satu perusahaan pertahanan Indonesia yang berhasil mengembangkan sejumlah alutsista seperti tank ringan P8 Light Tank dan kendaraan lapis baja P2 Tiger 4×4 Armoured Personnel Carrier (APC).

Sebagai perusahaan pertahanan yang inovasinya dinantikan Indonesia tak heran jika pengembangan produk PT SSE menjadi perhatian pemerintah.

Salah satunya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang tak sungkan memberi dukungan penuh pada PT SSE. Hal ini terungkap sejak tahun 2025 lalu, kala PT SSE dan BRIN resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama terkait Optimasi Kinerja Kendaraan Tank Ringan.

PT SSE lewat rilis resmi akun Instagramnya @sse_defense pada 14 Juni 2025 melaporkan penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah disepakati pada acara Temu Bisnis Industri Strategis, 21 April 2025, yang kini didelegasikan kepada Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN.

"Kerja sama ini mencakup kegiatan riset dan pengembangan sistem penggerak serta pengujian karakterisasi material kendaraan tank ringan, sebagai bagian dari program Co-Development BRIN.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam proses menuju sertifikasi, sekaligus memperkuat sinergi antara riset dan industri pertahanan nasional," terang PT SSE.

Kerja sama penting ini ditandatangani oleh Aam Muharam, Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN dan Eka Suryajaya Direktur PT Sentrasurya Ekajaya.

Tak cukup cuma membantu pengembangan tank ringan PT SSE, BRIN kini mengaku siap mengawal hingga produk unggulan ini mendapatkan sertifikasi.

BRIN lewat rilis resminya pada 5 Februari 2026 mengaku riset kendaraan tempur tank ringan ini dikawal secara komprehensif hingga tahap kesiapan dan sertifikasi, serta dilaksanakan melalui skema kolaborasi dengan mitra industri.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Lukman Shalahuddin, menjelaskan bahwa riset kendaraan tempur tank ringan merupakan bagian dari prioritas riset strategis industri pertahanan. “BRIN mengawal pengembangan kendaraan ini hingga mencapai tahapan sertifikasi.

Masih terdapat sejumlah tantangan teknis, sehingga kami memastikan kendaraan benar-benar siap sebelum dinyatakan ready,” ujar Lukman pada Selasa, 3 Februari 2026 seperti dikutip dari rilis tersebut.

Perkembangan riset tersebut disampaikan dalam rangkaian International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA) 2026 yang digelar di Hotel Trembesi BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Project Manager PT SSE, Mardjuki, menyampaikan apresiasi terhadap peran BRIN sebagai mitra riset strategis. “Kolaborasi dengan BRIN memberikan kontribusi penting dalam memastikan aspek teknis kendaraan dikembangkan secara ilmiah dan terukur.

Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke pengembangan kendaraan lainnya,” ujar Mardjuki. Menurutnya, BRIN memberikan dukungan keilmuan yang signifikan, mulai dari pengembangan mesin hingga struktur kendaraan.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN mengaku tahap awal riset difokuskan pada optimasi kinerja kendaraan, meliputi desain dan struktur bodi, pemilihan material, serta sistem penggerak.

Pengembangan ini ditujukan untuk memastikan kendaraan mampu beroperasi secara andal dalam berbagai kondisi ekstrem.

Lukman menambahkan, cakupan riset ke depan akan diperluas tidak hanya pada kendaraan tempur tank ringan, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai varian kendaraan taktis lainnya.

Setelah fase optimasi tank ringan, pengembangan akan dilanjutkan pada varian seperti Armoured Personnel Carrier (APC) yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional militer, termasuk evakuasi dan dukungan medis.

Skema kolaborasi riset ini dirancang melibatkan tiga pihak, yakni BRIN, TNI Angkatan Darat, dan PT Sentra Surya Ekajaya (SSE).

Saat ini, kerja sama antara BRIN dan PT SSE telah berjalan, sementara penjajakan kolaborasi dengan TNI AD masih berlangsung dan ditargetkan terealisasi dalam tahun ini, imbuhnya.

(Sumber: Teknologi Hankam/Time Moments) ***