NasDem dan PSI: Ambang Batas Parlemen, Strategi atau Risiko?
ORBITINDONESIA.COM – NasDem mengusulkan ambang batas parlemen 7 persen. PSI khawatir langkah ini ibarat 'gali kuburan sendiri'.
Usulan ambang batas parlemen 7 persen oleh NasDem mendapat reaksi beragam. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik langkah ini. Mereka berpendapat bahwa ambang batas tinggi dapat merugikan partai-partai kecil.
Ambang batas parlemen adalah alat untuk menyederhanakan sistem politik. Namun, ambang batas tinggi seringkali menghapus representasi partai-partai kecil. Data Pemilu sebelumnya menunjukkan partai-partai kecil kesulitan menembus threshold yang tinggi.
PSI melihat ambang batas 7 persen sebagai ancaman bagi demokrasi plural. NasDem mungkin ingin mengkonsolidasikan kekuatan politik. Namun, langkah ini bisa berbalik mengancam posisi mereka sendiri dalam koalisi.
Apakah ambang batas parlemen 7 persen adalah strategi jitu atau justru blunder politik? Kebijakan ini membuka diskusi tentang keseimbangan antara efisiensi dan representasi. Pemilih kini dihadapkan pada pertanyaan: bagaimana memastikan suara mereka tetap bermakna?