Pasokan Batu Bara PLTU Terancam, Keandalan Listrik Indonesia Dipertaruhkan

ORBITINDONESIA.COM – Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) memperingatkan bahwa kekurangan pasokan batu bara mengancam keandalan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia.

Masalah kekurangan pasokan batu bara ini telah berlangsung sejak tahun lalu dengan banyak PLTU hanya memiliki stok untuk belasan hari. Kondisi ini jauh dari standar ideal yang memerlukan minimal 25 hari operasi.

Dengan kontribusi 50 persen dari pasokan listrik nasional, gangguan pasokan batu bara pada PLTU swasta dapat berdampak langsung pada stabilitas kelistrikan. Harga domestic market obligation (DMO) yang lebih rendah untuk kelistrikan dibandingkan sektor lain menjadi salah satu penyebab utama rendahnya prioritas pasokan.

Kurangnya minat pemasok untuk memenuhi kebutuhan batu bara di sektor kelistrikan mengindikasikan perlunya kebijakan harga DMO yang lebih kompetitif. Selain itu, rencana pemerintah untuk mengurangi produksi batu bara nasional menambah tantangan yang ada.

Kondisi ini menuntut langkah strategis dari pemerintah untuk memastikan pasokan batu bara yang memadai bagi sektor kelistrikan. Tanpa tindakan konkret, risiko kekurangan suplai listrik akan semakin mengintai. Apakah kita siap menghadapi tantangan ini?