Pasar Saham Terpuruk, Harga Minyak Melonjak di Tengah Ketegangan Iran

ORBITINDONESIA.COM – Pasar saham Amerika Serikat mengalami penurunan sementara harga minyak terus meroket, seiring investor menantikan perkembangan lebih lanjut terkait konflik di Iran.

Indeks S&P 500 turun 0,61% pada hari Jumat, dengan Nasdaq Composite dan Dow Jones Industrial Average juga mengalami penurunan signifikan. Hal ini terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik yang meningkat, khususnya terkait pernyataan pemimpin tertinggi Iran mengenai penutupan Selat Hormuz.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent terus naik, dengan masing-masing mencapai $98,71 dan $103,14 per barel. Ketegangan di Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak, menjadi faktor utama di balik lonjakan harga ini. Investor khawatir bahwa kenaikan harga minyak dapat memicu stagflasi, yang menggabungkan inflasi tinggi dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Menurut David Aspell dari Mount Lucas Management, meski kinerja pendapatan perusahaan cukup baik, sentimen pasar tetap sulit diprediksi. Kenaikan harga minyak mempengaruhi penilaian ekuitas dan membuat jalur suku bunga menjadi tidak pasti. Hal ini memaksa investor untuk menurunkan harapan terhadap pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.

Dalam situasi ekonomi yang tegang ini, investor dan pengamat pasar perlu tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik dan dampaknya terhadap pasar global. Apakah kebijakan moneter dapat menyesuaikan diri dengan dinamika baru ini? Hanya waktu yang dapat menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 16 Maret 2026)