Scarlett Johansson: Artis Tampil Tanpa Busana di Era 2000-an adalah Hal Biasa
ORBITINDONESIA.COM - Scarlett Johansson kembali membuka suara mengenai realita pahit yang harus ia hadapi saat merintis karier di Hollywood pada awal era 2000-an.
Dalam wawancara bersama CBS Sunday Morning (via Variety), bintang Avengers ini mengenang betapa kejamnya industri hiburan dalam menilai perempuan muda di masa itu.
Johansson, yang memulai karier profesionalnya sejak usia anak-anak, mengungkapkan bahwa lingkungan kerja bagi aktris muda di masa lalu sangatlah berbeda dan jauh lebih menekan dibandingkan saat ini.
Menurut Johansson, pada masa itu, adalah hal yang dianggap lumrah secara sosial jika publik dan media memberikan komentar yang sangat tajam dan objektif terhadap penampilan fisik seorang aktris.
"Waktu itu adalah masa yang sangat berbeda," ujar Johansson.
"Dulu, sangat bisa diterima secara sosial untuk kurang lebih menelanjangi atau menguliti penampilan fisik seorang aktris muda. Hal itu seolah-olah sudah menjadi bagian dari 'permainan' yang harus dijalani."
Ia menambahkan bahwa tekanan tersebut sering kali membuat para perempuan di industri film merasa tidak aman dan terus-menerus merasa diawasi dari sudut pandang yang dangkal.
Dampak dari fokus berlebihan pada penampilan fisik ini membuat Johansson merasa "terjebak" dalam pilihan peran yang terbatas. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan untuk keluar dari citra sensual yang dipaksakan oleh industri kepadanya.
"Aku merasa sangat terkotak-kotak. Aku memainkan peran-peran yang bersifat sangat menggoda, atau memerankan sosok 'perempuan simpanan', dan itu sebenarnya bukan hal yang aku inginkan untuk diriku sendiri," akunya dengan jujur.
Ia merasa bahwa di awal usia 20-an, kariernya seolah-olah diarahkan hanya untuk memenuhi fantasi visual penonton, ketimbang mengeksplorasi kedalaman aktingnya sebagai seorang seniman.
Meski mengenang masa lalu dengan sedikit rasa getir, Johansson mengaku optimis melihat perubahan yang terjadi di Hollywood saat ini. Ia merasa gerakan-gerakan kesetaraan dan perubahan budaya dalam beberapa tahun terakhir telah menciptakan ruang yang lebih aman bagi aktris muda generasi sekarang.
"Sangat menyenangkan melihat para perempuan muda sekarang ini memiliki kesempatan untuk tidak harus dicap dengan satu label tertentu," katanya.
"Mereka bisa menjadi aktor karakter, mereka bisa memainkan berbagai macam peran yang berbeda tanpa harus merasa fisik mereka menjadi satu-satunya hal yang menentukan nilai mereka."
Komentar Johansson ini menambah daftar panjang suara para aktris veteran yang menuntut perubahan berkelanjutan di industri film, di mana bakat dan kemampuan akting seharusnya selalu berada di atas standar kecantikan yang tidak realistis.
(Sumber: Variety/Info Film) ***