Pasar Saham Terguncang: Dampak Kenaikan Harga Minyak dan Kebijakan Fed

ORBITINDONESIA.COM – Pasar saham AS mengalami penurunan tajam di tengah kenaikan harga minyak yang berkelanjutan dan keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga.

Di tengah ketegangan dengan Iran, harga minyak melonjak setelah AS memblokade pelabuhan Iran dan menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Hal ini menambah tekanan inflasi di AS.

Harga minyak West Texas Intermediate naik 7,17% menjadi $107,16 per barel, sementara Brent naik 6,78% menjadi $118,80 per barel. Kenaikan ini diperkirakan akan meningkatkan inflasi secara keseluruhan dalam jangka pendek.

Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa suku bunga akan tetap tak berubah, meskipun ada perbedaan pendapat di antara anggota FOMC, menunjukkan dinamika kebijakan moneter yang rumit di tengah inflasi yang terus-menerus.

Ketidakpastian ekonomi global dan domestik terus menjadi tantangan. Bagaimana investor menavigasi lanskap ini akan menjadi kunci untuk masa depan ekonomi.

(Orbit dari berbagai sumber, 3 Mei 2026)