Strategi 'Buy the Dip' dalam Krisis Pasar: Peluang atau Risiko?
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah perang U.S.-Iran, investor menghadapi dilema besar: 'buy the dip' atau menahan diri? Fakta menunjukkan, meski berisiko, strategi ini bisa menawarkan keuntungan besar.
Pasar saham tengah mengalami penurunan tajam akibat konflik antara U.S. dan Iran. Dalam situasi ini, beberapa investor melihat peluang untuk membeli aset dengan harga lebih rendah, berharap mendapat keuntungan saat pasar pulih. Namun, prediksi pergerakan pasar yang tidak pasti membuat strategi ini penuh risiko.
'Buy the dip' menjadi populer di kalangan investor ritel selama penurunan pasar utama di 2025. Namun, tren ini melambat sejak konflik di Timur Tengah dimulai. Ketidakpastian membuat timing menjadi sulit, memaksa investor untuk lebih berhati-hati.
Menurut Joon Um, perencana keuangan bersertifikat, emosi dapat menyesatkan dalam keputusan investasi. Sebaliknya, Jon Ulin menyarankan pendekatan terencana jangka panjang dengan portofolio terdiversifikasi. Strategi ini, meski menantang, bisa lebih stabil di tengah volatilitas.
Saat investor bergulat dengan keputusan sulit, refleksi menjadi penting. Apakah 'buy the dip' merupakan langkah tepat, atau justru menambah risiko finansial? Pertanyaan ini tetap relevan, memicu diskusi lebih lanjut mengenai strategi investasi di masa krisis.
(Orbit dari berbagai sumber, 7 Mei 2026)