Strategi Harga Apple di Tengah Kenaikan Biaya Memori

ORBITINDONESIA.COM – Apple menghadapi tantangan besar dengan strategi pembekuan harga mereka di tengah lonjakan biaya memori yang tak terhindarkan.

Apple telah memilih untuk tidak menaikkan harga produk mereka seperti MacBook meskipun pesaing seperti Microsoft telah melakukannya. Namun, peningkatan biaya memori memaksa mereka untuk mempertimbangkan kenaikan harga di masa mendatang.

Menurut Morgan Stanley, Apple mungkin harus menaikkan harga iPhone 18 sebesar $100 dibandingkan model sebelumnya. Ini terjadi karena biaya memori yang meningkat dan strategi penahanan sumber daya memori Apple tidak cukup untuk menahan tekanan ini.

Meski kenaikan harga iPhone 18 tampaknya signifikan, hal ini tidak akan menghilangkan keunggulan kompetitif Apple. Kompetitor bahkan menaikkan harga lebih agresif, menempatkan Apple tetap dalam posisi yang memadai di pasar.

Strategi Apple yang menghindari kenaikan harga tampaknya menghadapi tantangan besar. Pertanyaannya adalah, bagaimana mereka akan mempertahankan posisi pasar sambil menangani kenaikan biaya ini? (Orbit dari berbagai sumber, 8 Mei 2026)