Fenomena Langit: Hujan Meteor Eta Aquarid

ORBITINDONESIA.COM – Jangan lewatkan hujan meteor Eta Aquarid malam ini, puncaknya terjadi sebelum fajar pada 6 Mei.

Hujan meteor Eta Aquarid menawarkan pemandangan langit yang menakjubkan, terutama bagi mereka di Belahan Bumi Selatan. Namun, tahun ini cahaya bulan dapat mengurangi visibilitas meteor yang lebih redup.

Di bawah kondisi ideal, hingga 60 meteor per jam dapat terlihat di Belahan Bumi Selatan. Sebaliknya, di Belahan Bumi Utara, jumlahnya lebih sedikit. Puncak aktivitas hujan meteor ini terjadi setelah bulan purnama pada 1 Mei, sehingga bulan masih akan menyinari sekitar 81% langit, mengaburkan meteor yang lebih redup.

Meskipun kondisi tidak sepenuhnya ideal, Eta Aquarid tetap layak untuk disaksikan. Meteor ini dikenal menghasilkan 'Earthgrazers' yang memukau, yaitu meteor cerah yang melintas horizontal di atmosfer, meninggalkan jejak warna-warni yang bertahan lama.

Melihat meteor Eta Aquarid adalah kesempatan untuk menyaksikan bagian dari Komet Halley yang terkenal, yang kembali setiap 75 tahun. Apakah Anda siap untuk menyaksikan bagian dari sejarah astronomi ini? Pastikan untuk menyiapkan kamera dan saksikan pertunjukan langit ini.

(Orbit dari berbagai sumber, 9 Mei 2026)