Aruna Creative Jadi Salah Satu Brand Lokal yang Tampil di Pop Up Store Kobe Jepang

Tidak semua brand fashion lokal mampu bertahan di tengah persaingan industri mode saat ini. Banyak brand yang lahir mengikuti tren, lalu perlahan menghilang ketika selera pasar berubah. Namun Aruna Creative memilih jalan berbeda. Brand fashion asal Yogyakarta ini justru tumbuh dengan membawa identitas kuat: mengangkat wastra Indonesia melalui konsep sustainable fashion yang modern, relevan, dan juga memiliki dampak sosial bagi sekitar.

Perjalanan Aruna Creative sendiri bermula pada tahun 2016. Sejak awal berdiri, mereka tidak semata-mata berfokus pada penciptaan produk fesyen, tetapi juga pada proses berkarya yang dijalankan secara bertanggung jawab. Dalam lanskap industri fast fashion yang bergerak begitu cepat, Aruna hadir dengan kesadaran untuk menjaga tradisi, sekaligus memperkenalkan kembali wajah wastra nusantara dalam bentuk yang lebih segar kepada generasi muda.

Komitmen itu kini membawa Aruna Creative melangkah jauh hingga ke panggung internasional. Tahun 2026, Aruna Creative menjadi salah satu brand fashion lokal Indonesia yang tampil dalam ajang Pop Up Store Kobe Jepang, sebuah pameran yang mempertemukan produk-produk fesyen Indonesia dengan pasar global. Kehadiran mereka di ajang tersebut menjadi bukti bahwa karya berbasis budaya lokal memiliki peluang besar untuk diterima dunia.

Aruna Creative dikenal berani memadukan warisan budaya dengan inovasi modern. Salah satu ciri khas mereka terlihat pada koleksi Tanjung, ketika motif batik diaplikasikan di atas material denim berbahan campuran katun dan serat viscose dari APR. Inovasi ini terbilang unik karena denim umumnya sulit digunakan dalam teknik membatik tradisional.

Melalui sentuhan tersebut, Aruna berhasil menghadirkan identitas baru yang mereka sebut sebagai “wastra on denim”. Perpaduan antara budaya dan gaya kontemporer itu membuat produk Aruna terasa dekat dengan pasar anak muda tanpa kehilangan akar tradisionalnya.

Tidak hanya kuat dari sisi desain, Aruna Creative juga tumbuh bersama ekosistem perajin lokal. Hampir 90 persen mitra perajin mereka merupakan perempuan desa yang terlibat langsung dalam proses produksi handmade. Kehadiran Aruna bukan sekadar membuka ruang kreatif, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan pemberdayaan sosial bagi banyak perempuan.

Di tangan para perajin inilah setiap detail produk dikerjakan dengan ketelitian dan nilai seni yang tinggi. Bagi Aruna Creative, fesyen bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah karya bisa membawa manfaat bagi kehidupan orang lain.

Langkah Aruna semakin kuat melalui kolaborasi strategis bersama APR Viscose dan Lyocell by Sateri yang didukung Jakarta Fashion Hub. Kerja sama tersebut membantu Aruna mengembangkan konsep fesyen berkelanjutan dengan material yang lebih ramah lingkungan.

Sebelum tampil di Kobe Jepang, Aruna Creative juga telah mencuri perhatian lewat berbagai ajang fesyen nasional, termasuk MUFFEST+ 2024 melalui koleksi Oling Wuyung. Konsistensi mereka dalam mengangkat wastra Indonesia membuat Aruna menjadi salah satu brand yang diperhitungkan dalam perkembangan modest dan sustainable fashion di Indonesia.

Keikutsertaan Aruna Creative di Pop Up Store Kobe Jepang bukan hanya tentang membawa produk ke luar negeri. Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi simbol bahwa budaya lokal Indonesia mampu tampil modern, kompetitif, dan relevan di pasar internasional.

Dari Yogyakarta, Aruna Creative menunjukkan bahwa fesyen tidak harus kehilangan akar budaya untuk bisa diterima dunia. Justru melalui identitas lokal yang kuat, mereka berhasil melangkah lebih jauh dan membawa cerita Indonesia ke panggung global.