Puisi Agus Bachtiar K: Barisan Para Tumbal
ORBITINDONESIA.COM - Dada mereka sesak oleh udara yang dicuri,
Dipaksa berbaris, dibungkus rompi berwarna benci.
Si Tuan duduk tenang di singgasana sutra,
Membasuh tangan kotornya dengan air mata,
Sementara hartanya tumbuh dari tumpukan bangkai saudara.
Para tumbal yang malang...
Kalian adalah angka yang dihapus dari ingatan,
Sebab Sang Raja telah amnesia demi keselamatan.
Keputusan yang dulu ia tanda tangani dengan tawa,
Kini jadi vonis yang mencekik lehermu hingga tak bersuara.
Kini, kau sendirian memeluk dinginnya lantai jeruji,
Menghitung retak dinding yang tak pernah berjanji.
Di luar sana, mereka berdansa di atas kemalanganmu,
Menimbun jejak dengan tumpukan emas yang bisu.
Tak ada tangan yang terulur tulus...
Bahkan lidahmu sendiri kini menjadi belati;
Salah sebut nama, nyawamu habis dikuliti.
Satu kata jujur, deritamu akan abadi.
Semoga Semesta tak sedang memejamkan mata,
Saat kau membusuk di ruang pengap penuh noda,
Menjadi tumbal dari dosa yang tak pernah kau raba sebelumnya.
Toboali 15 Mei 2026.
Sang Peramu Aksara
Agus Bachtiar. K ***