Laporan Fars: AS Menguraikan 5 Syarat untuk Kesepakatan dengan Iran

ORBITINDONESIA.COM - Amerika Serikat telah menguraikan lima syarat utama untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran, termasuk "hanya mengizinkan satu fasilitas nuklir Iran untuk tetap beroperasi," demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada hari Minggu, 17 Mei 2026.

Empat syarat lainnya dari Washington termasuk menolak untuk membayar kompensasi atau ganti rugi apa pun, menuntut transfer 400 kilogram uranium Iran ke Amerika Serikat, menahan pelepasan bahkan 25% dari aset Iran yang dibekukan, dan mengkondisikan penghentian perang di semua front pada hasil negosiasi, kata laporan itu.

Sementara itu, syarat utama Iran termasuk mengakhiri perang di semua front, termasuk di Lebanon, mencabut sanksi, melepaskan aset Iran yang dibekukan, memberikan kompensasi atas kerusakan perang, dan "pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz," katanya.

Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari. Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu.

Sementara itu, para pejabat AS mendorong Uni Emirat Arab untuk "lebih terlibat dalam perang melawan Iran dan merebut salah satu pulau Teheran di Teluk," lapor The Telegraph pada hari Sabtu, 16 Mei 2026.

Seorang mantan pejabat senior keamanan AS mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa beberapa orang di lingkaran Presiden AS Donald Trump telah mengusulkan agar UEA merebut Pulau Lavan, yang dilaporkan menjadi sasaran serangan militer rahasia Emirat pada awal April.

"Ambil saja!" kata pejabat itu seperti dikutip oleh surat kabar tersebut, menambahkan: "Akan ada pasukan UEA di lapangan, bukan AS."

Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai tanggapan.

Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, termasuk UEA, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu.***