DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Fantastis Inilah Pendapatan Film Avatar The Way of Water dalam Waktu Dua Pekan

image
Fantastis inilah pendapatan film Avatar The Way of Water.

ORBITINDONESIAAvatar The Way of Water adalah film yang sampai saat ini masih tayang di bioskop tanah air dan menjadi box office nomor satu hampir di seluruh dunia.

Adapun film Avatar The Way of Water diarahkan oleh James Cameron yang sebelumnya juga menyutradarai sekuel pertama, dan pekan keduanya film ini sudah mencatat pendapatan yang fantastis.

Per Minggu kemarin 25 Desember 2022 film Avatar The Way of Water sudah mencatat pendapatan yang membuatnya menjadi film terlaris kelima di tahun ini.

Baca Juga: Semua Hal Tentang Transformers Rise of The Beasts: Airazor Beraksi, Inilah Daftar Nama Robot Wanita Lainnya

Avatar The Way of Water pada akhir pekan kemarin telah menghasilkan 253,7 juta dolar AS atau Rp 3,9 triliun di box office domestik dan 600 juta dolar AS atau Rp 9,3 triliun secara internasional.

Bahkan Avatar diprediksi masih akan terus menambah pundi-pundi pendapatannya seiring penayangannya di bioskop.

Di luar Amerika Utara, Avatar 2 meraup pendapatan tertinggi di Cina dengan 100,5 juta dolar AS atau Rp 1,5 triliun, diikuti Korea Selatan dengan 53 juta dolar AS atau Rp 829 miliar, Prancis dengan 52,3 juta dolar AS atau Rp 818 miliar, India dengan 37 juta dolar AS atau Rp 578 miliar, dan Jerman dengan 35,7 juta dolar AS atau Rp 558 miliar.

 Baca Juga: Tak Disangka Klan Metkayina Film Avatar The Way of Water Terinspirasi dari Suku Bajo, Ini Kata James Cameron

Meskipun ingin melampaui pendapatan film pertamanya yang menjadi film terlaris sepanjang masa, nampaknya sulit dicapai oleh Avatar The Way of Water.

Dikarenakan dunia sinema masih belum sepenuhnya pulih dari pandemi, ditambah pasar penting bagi industri film seperti Cina saat ini sedang mengalami peningkatan virus.

Ditambah film Avatar The Way of Water juga tidak ditayangkan di Rusia, yang pada film pertamanya mendapat pendapatan sebesar 116 juta dollar AS atau setara dengan Rp 1,8 triliun.***

Berita Terkait