DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Pengamat Politik Yunarto Wijaya Jadi Korban Serangan Rasisme Pendukung Anies

image
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya korban rasisme pendukung Anies Baswedan.

ORBITINDONESIA - Pengamat politik Yunarto Wijaya baru-baru ini jadi korban tindakan dan serangan rasisme. Pelakunya, fans fanatik pendukung Anies Baswedan.

Ini semua gara-gara cuitan Yunarto Wijaya di Twitter yang menyindir Anies Baswedan, bakal calon presiden yang didukung partai Nasdem.

Yunarto Wijaya sendiri kalau menyindir memang lumayan tajam dan berani. Misalnya, dia pernah ngetweet bahwa Anies Baswedan cocoknya jadi Juru Bicara alias Jubir.

Baca Juga: Webinar Satupena Akan Diskusikan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal di Jawa Tengah

Ini semua berawal dari nasihat Romo Magnis bahwa Pemilu itu bukan buat memilih yang terbaik, tapi buat mencegah yang buruk berkuasa.

Mendengar nasihat itu, Totok, sapaan akrab Yunarto Wijaya, memutuskan buat mendukung Jokowi dan Ahok di Pilkada DKI.

Menurut Totok, Anies saja waktu itu dipecat dari kursi Menteri Pendidikan, padahal Anies mantan Jubir Jokowi-JK di Pilpres 2014.

Dia juga bilang bahwa Anies tidak bisa kerja, tapi cuma jago bersilat lidah saja. Makanya, Anies lebih cocok jadi Jubir.

Baca Juga: Puisi Cinta Yang Membunuh, Film Horor Keren Garapan Garin Nugroho

Langsung saja, penggemar Anies bereaksi keras dan marah berat. Mereka tak terima idolanya disindir negatif.

Misalnya dari akun @hamidwiwit5 yang mengatakan, Totok Antek Oligarki Komunis China.

Atau dari akun @osmanqanuni yang bilang, bakal ngusir Totok ke negeri nenek moyang dan ngatain botak jelek.

Totok pun membalas cuitan itu dengan santai, katanya: "Saya WNI dari lahir bro!"

Baca Juga: Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Korupsi BTS di Kementerian Kominfo

Bahkan dengan kurangajarnya ada salah satu akun yang memposting foto keluarga Totok yang jika dilihat memang keturunan Tionghoa.

Dan masih banyak lagi cuitan rasis yang mengarah kepadanya.

Padahal Islam melarang adanya rasisme di QS. Al-Hujurat [49]: 13.

Isinya: Manusia memang sengaja diciptakan Tuhan berbeda-beda, baik suku, agama, maupun bangsa, buat saling mengenal, bukan saling menghina.***

Berita Terkait