DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

KH Chriswanto Santoso LDII dan KH Haedar Nashir Muhammadiyah Sepakat Umat Jangan Terpecah di Tahun Politik

image
Pengurus LDII dan Muhammadiyah Bersilaturhami Menjaga Persatuan Umat.

 

ORBITINDONESIA - Muhammadiyah dan Lembaga dakwah Islam Indonesia (LDII ) menegaskan persaudaraan Islam atau ukhuwah Islamiyah jangan sampai rusak, hanya karena pesta demokrasi lima tahun sekali di tahun politik.

Dua organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dengan puluhan juta jemaah itu, menyepakati Pemilu hanya lima tahun sekali, namun kewajiban membina dan memajukan umat Islam adalah pekerjaan sampai akhir zaman.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nashir dan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. pada silaturahim di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 11 Januari 2023.

Baca Juga: COCOK, LDII dan Pesantren Wali Barokah Kediri Jawa Timur Gelar Pelatihan Kesehatan di Kalangan Santri

“Kami silaturrahim dan sowan ke PP Muhammadiyah untuk mengucapkan selamat atas Muktamar Muhammadiyah yang telah dilakukan dengan damai dan demokratis, yang bisa menjadi teladan bagi ormas-ormas Islam lainnya,” kata KH. Chriswanto Santoso.

“Bagi LDII, ini adalah contoh yang patut ditiru. Kenyataannya, semua berlangsung dengan baik. Muhammadiyah memberikan kontribusi bagi bangsa yang sangat jelas,” tambah Chriswanto Santoso.

Menurut Chriswanto Santoso, LDII melihat banyak persamaan dengan Muhammadiyah dalam menyikapi problem pemerintahan, politik, ekonomi, pendidikan dan kebangsaan. Tahun depan, Indonesia akan memasuki tahun politik.

“Dalam dua pemilu terakhir, bangsa Indonesia terbelah karena persoalan pilihan politik,” tuturnya.

Baca Juga: Sukseskan Hari Amal Bhakti Kemenag, Ponpes Wali Barokah LDII Kediri Gelar Baksos Donor Darah

“Kami berpandangan, pemilu itu memang lima tahun. Sementara berdakwah dan membina umat  hingga ila yaumil qiyamah (hingga hari kiamat). Maka jangan sampai yang lima tahun ini merusak yang ila yaumil qiyamah. Perlu ada penyamaan visi dan persepsi diantara ormas-ormas Islam untuk bersanding, bukan justru bersaing,” katanya.

Senada dengan Chriswanto Santoso, Haedar Nashir menginginkan tahun politik harus menjadi tahun yang damai dan bersatu. Pemilu harus berjalan sesuai  konstitusi dan jadwal yang ditetapkan.

“Harapan kami bagi seluruh umat Islam Indonesia, dalam keragaman orientasi dan sikap politik, kita tetap jaga ukhuwah sesama umat muslim dan ukhuwah kebangsaan,” katanya.

Haedar Nashir berharap, semua pihak penyelenggara pemilu, pemerintah, TNI Polri, partai politik, ormas-ormas, dan semua komponen bangsa harus punya visi dan komitmen yang sama dalam menjaga tahun politik tetap kondusif, “Tanpa semangat kebersamaan, kita tidak kuat. Tapi kalau bersama kita kuat,” katanya.

Baca Juga: Intip Contoh Naskah Khutbah Shalat Gerhana Bulan 8 November 2022, Cocok untuk Muhammadiyah, NU, dan LDII

Haedar Nashir mengingatkan agar fokus dan perhatian umat tidak habis karena tahun politik. Pemilu tetap berjalan lima tahun sekali, akan tetapi umat Islam harus maju dan menjadi umat yang terbaik. Inilah komitmen ormas Muhammadiyah yang memperoleh titik temu dengan dengan komitmen LDII.

“Apa yang dilakukan LDII dan Muhammadiyah dalam silaturahim ini, ke depan akan ada langkah kerja sama yang lebih konkrit. Kami akan berbuat yang produktif dan konstruktif untuk umat, bangsa dan negara,” kata Haedar Nashir. 

Di akhir pertemuan Haedar Nashir mengucapkan terima kasih kepada DPP LDII yang sudah berkunjung ke kantor PP Muhammadiyah.

“Saya mengucapkan tahniyah atas langkah-langkah dan kerja LDII Pusat di bawah kepemimpinan KH Chriswanto Santoso,” katanya. ***

Berita Terkait